From Paiton With Love

BERPIKIR VISI & TUJUAN BERKELUARGA

Oleh : Jaiman Paiton

burung 1

Dalam kekalutan hati Ira berpikir akan mengugat cerai suaminya. Dia sebel banget dengan suaminya, Maec yang sering meminta pertimbangan bibinya. Terakhir dia minya pertimbangan bibinya waktu akan mengganti susu anaknya yang menginjak usia satu tahun. Ira kesel banget, “Sedikit-dikit minta pendapat bolek, kenapa sih mas nggak langsung berangkat aja?”

Sampai sedemikian parahkan perbedaan ini sehingga mempertimbangkan cerai? Jujur saya juga pernah berpikir ini, tetapi akal saya selalu berpikir sehat. Kenapa saya melakukan ini dan itu. Apakah keputusan ini tepai? Apakah ini hanya karena ego saya yang terlalu berlebihan? Apakah saya memang perlu berubah?. Akhirnya saya mendapatkan nasehat bijak dari perenungan mendalam. Saya mendapatkan banyak nasehat dari buku motivasi dan spiritual agama.

Apa tujuan keluarga anda? Ini yang selalu saya tekankan. Kemudian pikiran saya membayangkan visi ke depan yang ingin saya capai bersama dengan istri dan anak-anak. Visi yang menjulang tinggi dan akan kami wujukkan dalam jangka panjang. Apa visi keluarga? Saya kristalkan benar dalam benak saya, bahwa visi keluarga saya adalah menggapai kebahagiaan bersama di dunia dan akhirat. Kami ingin bersama di sunia dan akhirat nanti.

Dengan visi yang mengkristal ini, kami disatukan dalam goal yang sama. Kami mencari rejeki dengan cara yang halal dan tidak saling menonjolkan siapa yang paling hebat. Tidak ada yang paling hebat di dalam keluarga kami. Kami semua berjasa dan sama besarnya. Oleh sebab itu, kisi-kisi kecil yang menjadi sandungan mudah lenyap dihapis oleh tujuan kami yang maha besar. Dengan demikian, suasana-suasana panas segera mendingin dan kami tidak berpikir apapun selain tujuan keluarga kami yang kami junjung tinggi.


UANG ITU BUKAN MILIKKU

Oleh : Jaiman Paiton

Sebuah pengalaman pribadi yang selalu melakat di benakku hingga sekarang. Waktu itu aku sedang menempuh pendidikan S1 di sebuah PTN di Surabaya. Sebagai anak kos, aku harus mengatur waktu dan keuangan seefisien mungkin. Belanja makanan dan keperluan kuliah harus aku lakukan secara cermat supaya tidak kekurangan. Dengan uang saku mingguan Rp 10000 aku mengalokasikan makan pagi, siang dan sore sangat hati hati. Pagi sarapan pecel, siang nasi sayur lodeh dan malam makan seadanya. Menu mie instan paling sering aku nikmati di malam hari karena harganya murah.

Pulang kuliah jam satu siang. Setelah  makan siang dan sholat, aku istirahat siang sekitar sejam. Jam 3 sore bangun untuk menunaikan sholat  ashar di masjid sebelah kos-kosan. “Ah, nikmatnya bertasbih kepada Allah pada saat-saat orang sedang menyibukkan diri dengan urusan fidunya.

Turun masjid, aku segera bergegas membersihkan diri, ganti baju lalu berangkat ke Perpustakaan Universitas. Memang tidak ramai, tetapi Perpustakaan ini sangat nyaman dan luas. Aku sangat senang berlama-lama dengan buku dalam kesunyian bersama hasil karya orang-orang yang bekerja penuh dedikasi. Aku biasanya pulang paling akhir, yaitu jam 7.30 karena Perpustakaan ini tutup jam delapan kurang seperempat. Aktivitas ini yang menghanyutkan aku menikmati waktu sehingga detik-demi detik berlalu sangat cepat.

Suatu sore setelah sholat isyak, aku mencari-cari buku yang kuinginkan di lantai tiga. Tiba-tiba dilantai aku dapati seonggok uang tercecer di atas lantai. Ada pecahan limapuluh ribuan, sepuluh ribu dan lembar lainnya.  Aku tidak tahu persis uang siapa ini. Badanku langsung gemetar “Uang siapa ya? Apa ada yang kehilangan dan orangnya di sini tapi kok sepi…” waktu itu lantai tiga memang sangat sepi. “ini bukan milikku, bukan milikku” Berulang-ulang suara batinku. Kuambil dengan hati-hati, lalu aku bergegas ke lantai dasar lalu menyerahkan kepada petugas yang stand by di sana. “Pak ini aku menemukan uang di lantai tiga. Kalau ada yang cari silahkan diberikan. Terima kasih”. Setelah petugas menerima uang ini, aku kembali ke lantai tiga dan melanjutkan perjalananku dengan keagungan karya orang-orang berakal.

Aku tidak pernah menanyakan kepada petugas setelah itu. Apakah uang tersebut dikembalikan kepada pemilik atau dibawa petugas perpustakaan. Allahua’lam. Tidak ada motif lain, kecuali uang itu bukan milikku. Mudah mudahan pemiliknya mengambilnya kembali.


TIDAK TAHU YANG AKAN DATANG

Oleh : Jaiman Paiton

masjid

Jujur, kita semua pernah melakukan kesalahan. Apakah kadarnya ringan atau berat. Di masa muda seorang teman saya di desa sangat nakal. Bisa anda bayangkan, dia sering mabuk di pinggir jalan. Kalau ada orang yang hendak mengingatkan, marah dan memaki-maki atau menantang berkalai. Berulang kali barang dan hewan ternak tetangga menjadi korban Sekolah tidak pernah terurus, dan akhirnya jatuh di meja narkoba. Saking malunya, keluarga akhirnya memutuskan pindah tempat tinggal.

Lebih dari sepuluh tahun, saya tidak mendengar berita dia dan keluarganya. Tiba tida saya mendengar dari adik di kampung bahwa dia menjadi pedagang kambing sukses. Disamping menjadi belantik kambing dan sapi, dia dan keluarganya hidup tenteram dan dengar ddengar tahun depan akan menunaikan haji.

Sangat beda dengan yang saya perkirakan. Benar-benar cerita yang sangat aneh sekali. Tetapi inilah realitas. Siapapun tidak mengetahui apa yang bakal terjadi pada kita yang akan datang.


BAYAR BUS KOTA TAMBAH SAUDARA

Oleh : Jaiman Paiton

jabat tangan

Anda mau mencairkan suasana mencekan di dalam bus? Bayarlah ongkos teman sebelah? Saya berulang kali melakukannya, dan benarlah yang saya perkirakan. Dengan uang pecahan kecil, teman anda mengucapkan terima kasih. Selanjutnya atmosfir yang sebelumnya kaku menjadi hangat dan gayeng.

Bukan terima kasih yang kita butuhkan, tetapi persaudaraan yang saya inginkan. Seperti yang dikatan Sun Tzu, mengajarkan “teman seribu masih kurang, sedangkan musuh satu kebanyakan”. Maksudnya, di mana saja kita membutuhkan pertemanan supaya bisa saling berbagi dan menolong.  Sebenarnya cara lain bisa juga kita lakukan, misalnya menyapa just hallo, atau menawarkan permen karet kepada teman sebelah. Tetapi cara ini kadang mengundang kecurigaan orang lain. Dikiranya mau melakukan perbuatan kriminal dengan bara bius lewat permen.


Posted in Uncategorized

BISNIS APA SAJA, PASTI LAKU

Oleh : Jaiman Paiton

pkl

Seorang teman saya yang sukses merintis bisnis termite control di Surabaya mengatakan, “You bisnis apa saja pasti laku. Jadi nggak usah pikir panjang, kelamaan. Temanku aja yang jualan batu, laku tuh.. malah diekspor lagi”. Dengan bangganya di cerita lagi, “Nih… yang aku jalanin. Kebanyakan orang mungkin tidak berpikir bahwa semut, nyamuk dan tikus bisa menciptakan lapangan kerja dan yang pasti uangnya lumayan banyak ha ha ha…..”.

Walaupun agak berat harus aku akui bahwa apa yang dia katakan adalah benar. Kalau ada orang jualan batu aja laku, bagaimana dengan jualan sembako yang semua orang pasti membutuhkannya? Jadi bisnis bisa dimulai dari apa saja, kapan saja dan terserah bagaimana model bisnisnya.

Sekarang anda mau bisnis apa? Sembako, fashion, IT, agriculture, telekomunikasi? Pasti laku? Jangan takut, kuncinya adalah ketekunan dan memahami konsumen. Gampang sekali. Konsumen anda adalah dewa penolong, turuti apa keinginannya, pasti berhasil. Gampang ya….


CINTA ABADI…?, GAK MUNGKIN LA YAA…

Oleh : Jaiman Paiton

ijen WP

Cinta ada batasnya. Cinta ada bosannya. Cinta ada selingkuhnya. Secinta-cintanya anda pada istri pasti pernah terlintas keinginan bercinta dengan perempuan lain, apalagi kalau perempuan itu orang baik dan cantik. Gimana,… sepakat?

Mengapa ada keinginan bercinta dengan yang lain? Ah, manusiawi saja, karena kita memiliki nafus yang seringkali meronta-ronta dalam kungkungan akal yang tidak selalu fit. Ada kalanya kita berada dalam kondisi frustasi dan stess, sehingga ingin melepaskan beban itu dengan akitivitas penuh nafsu. Sasarannya adalah seksual dan musik.

Mungkin kalau lingkungan kita sangat madani, semua orang jujur dan toleran. Keluarga kita dan keluarga lain menjadi bangunan civil society yang kokoh, tetapi kenyataannya, kita berada dalam dunia yang penuh gejolak. Dengan demikian, maka diri kita kadang terhanyut oleh kuatnya arus peradaban dunia primitif.

Bagaimana cinta yang ideal. Terus terang, saya kurang suka menggunakan cinta sejati, apalagi cinta abadi. Jujur, cinta manusia tidak pernah abadi, cinta manusia ada batasnya. Bagaimana mungkin kita anggap cinta kita kepada manusia yang lain menjadi abadi, padahal keabadian hanya milik Tuhan. Cinta Tuhanlah yang abadi. Rahmah dan Rahim Tuhan yang abadi kepada ciptaannya, yaitu alam semesta dan isinya.


KERJA SAMA UNTUK PERFORMANCE

Oleh : Jaiman Paiton

gedung

Dengan dalih menjadi yang terbaik seseorang berpikir dan bekerja keras sedirian. Saking seriusnya, dia tidak punya waktu untuk memikirkan keluarga dan orang di sekitarnya. Ada tetangga meninggal dunia tidak tahu, ada tetangga melangsungkan walimatun nikah tidak tahu, ada tetangga sakit tidak tahu. Bahkan dia sendiri masuk rumah sakit, tetangganya juga tidak tahu.

Kalau anda seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta yang dinamis, appraisal menjadi sangat vital. Di sini anda dinilai performance kerja selama setahun. Apakah anda layak mendapatkan reward atau tidak sama sekali,  apakah anda patut naik gaji atau tidak. Semua berlomba, berdedikasi yang terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal. Tidak terasa atmosfir persaingan mulai muncul. Diantara mereka bahkan tidak menyadari bahwa atmosfir persaingan membawa sebagian pegawai berpikir negatif. Mulai muncul keinginan menjatuhkan kolega, atasan, dan bawahan untuk mendapatkan pujian dihadapan bos. Apa yang terjadi berikutnya? Pasti, atmosfir kerja sangat kaku, curiga dan egois. “Kerjaan saya, milik saya, kerjaan you harus you kerjakan sendiri”. Dikotomi antara individu sangat kuat sehingga tidak ada kerjasama, akibatnya tujuan bisnis secara keseluruan berantakan.

Konon SunTzu mengajarkan, “teman seribu kurang musuh satu kebanyakan”. Jadi yang peru diperbanyak ada pertemanan dan diminimalkan persaingan. Nah, inilah yang saya maksud bahwa sinergi menghasilkan lebih banyak dibandingkan persaingan.

Dewasa ini kerjasama atau aliansi menyadarkan pabrikasi raksasa dunia sehingga mereka berbondong-bondong menjalin kerjasama, bahkan mencapai tahap merger yang menhasilkan kapitalsasi market monopoli. Di Eropa provider telekomunikasi Inggris Vodafone gabung dengan jasa Telkom Jerman Mannesman. Pabrikan ponsel Erricsson gabung dengan raksasa electronik Sony. Bank CIMB Malaysia, Bank Niaga dan BII mergen jadi CIMB Niaga, dan masih banyak lagi model kerjasama bisnis lainnya. Tujuannya pasti kapitalisasi market dan ujung-ujungnya adalah profit. Kerja sama…. siapa takut?

Dengan dalih menjadi yang terbaik seseorang berpikir dan bekerja keras sedirian. Saking seriusnya, dia tidak punya waktu untuk memikirkan keluarga dan orang di sekitarnya. Ada tetangga meninggal dunia tidak tahu, ada tetangga melangsungkan walimatun nikah tidak tahu, ada tetangga sakit tidak tahu. Bahkan dia sendiri masuk rumah sakit, tetangganya juga tidak tahu.

Kalau anda seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta yang dinamis, appraisal menjadi sangat vital. Di sini anda dinilai performance kerja selama setahun. Apakah anda layak mendapatkan reward atau tidak sama sekali,  apakah anda patut naik gaji atau tidak. Semua berlomba, berdedikasi yang terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal. Tidak terasa atmosfir persaingan mulai muncul. Diantara mereka bahkan tidak menyadari bahwa atmosfir persaingan membawa sebagian pegawai berpikir negatif. Mulai muncul keinginan menjatuhkan kolega, atasan, dan bawahan untuk mendapatkan pujian dihadapan bos. Apa yang terjadi berikutnya? Pasti, atmosfir kerja sangat kaku, curiga dan egois. “Kerjaan saya, milik saya, kerjaan you harus you kerjakan sendiri”. Dikotomi antara individu sangat kuat sehingga tidak ada kerjasama, akibatnya tujuan bisnis secara keseluruan berantakan.

Konon SunTzu mengajarkan, “teman seribu kurang musuh satu kebanyakan”. Jadi yang peru diperbanyak ada pertemanan dan diminimalkan persaingan. Nah, inilah yang saya maksud bahwa sinergi menghasilkan lebih banyak dibandingkan persaingan.

Dewasa ini kerjasama atau aliansi menyadarkan pabrikasi raksasa dunia sehingga mereka berbondong-bondong menjalin kerjasama, bahkan mencapai tahap merger yang menhasilkan kapitalsasi market monopoli. Di Eropa provider telekomunikasi Inggris Vodafone gabung dengan jasa Telkom Jerman Mannesman. Pabrikan ponsel Erricsson gabung dengan raksasa electronik Sony. Bank CIMB Malaysia, Bank Niaga dan BII mergen jadi CIMB Niaga, dan masih banyak lagi model kerjasama bisnis lainnya. Tujuannya pasti kapitalisasi market dan ujung-ujungnya adalah profit. Kerja sama…. siapa takut?


AYO TERSENYUM

Oleh : Jaiman Paiton

kucing

Tersenyum itu ibadah. Artinya kalau anda tersenyum kepada orang lain berarti anda telah melakukan perbuatan dan bernilai ibadahk kepada orang lain plus pahala dari Tuhan. Mudah ya. Ternyata berbuat baik itu mudah dan menyenangkan. So, banyak-banyaklah tersenyum, tapi jangan kebanyakan nanti dikira orang tidak waras, he he he.

Mengapa tersenyum menjadi ibadah? Kalau anda pagi hari hendak berangakat kerja, dilepas oleh istri dan anak-anak dengan senyum lebar pasti merasa senang. Rasa senang yang kuat bisa menjadi maknit yang meng-encourage pikiran sehingga bisa bekerja lebih baik. Bekerja lebih baik dan antusias akan meningkatkan produktifitas kerja. Tentu saja bagi perusahaan akan meningkatkan keuntungan, bagi anda menjadi prestasi kerja dan bagi orang lain menjadi teladan yang memotivasi siapapun.

Kapan anda harus tersenyum. Kalau anda sedang senang tentu sangat mudah tersenyum, tetapi bagaimana kalau sedang banyak masalah? Walaupun banyak masalah usahakan tetapi tersenyum supaya hatimu tenang. Marah hanya akan menyebabkan perilaku buruk dan kontra produktif. Tersenyum menjadi embun penyejuk hati. Sekarang, jangan tunda lagi. Ayo tersenyum…


KEBAIKAN ADA DI SEKITAR KITA

Oleh : Jaiman Paiton

Semua orang pasti berharap kebaikan. Ya kebaikan dari apa-apa yang diusahakan, bahkan seorang malingpun mengharap kebaikan diantara perbuatannya yang merugikan orang lain. Artinya, kebaikan adalah adalah kebutuhan semua orang walaupun seorang penjahat sekalipun.

Kalau seorang penjahat saja mengharapkan kebaikan pada dirinya bagaimana dengan anda yang meniatkan amalan jelas-jelas untuk kebaikan diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Perbuatan baik apa yang bisa memberi kebaikan kepada orang lain? Banyak sekali dan mudah kita lakukan. Kalau pagi ini anda berangkat ke kantor membawa mobil sempatkan memberi tumpangan kepada teman dan tetangga. Mungkin hari ini dia sedang kesulitan uang untuk transport, dan anda datang meringankan bebannya. Bukan main anda menjadi orang baik yang akan dikenang. Mungkin juga mereka yang anda mudahkan hari ini berdoa dan doanya dikabulkan Tuhan. Andy F Noya yang ngetop lewat acara TV Kick Andy menyarankan supaya kita membersihkan sendiri meja makan. Atau bayarlah uang tol untuk mobil di belakang anda. Mudah dan murah.

Sebuah kisah ringan yang pernah saya alami sekitar 15 tahun lalu. Pagi itu saya memenuhi pangilan sebuah perusahaan jasa feri penyeberangan jembatan Madura (JM) di jalan Rajawali, Surabaya untuk melakukan wawancara lowongan kerja. Dengan senang hati pagi itu aku datang dengan sepeda motor kesayangan. Setelah memarkir sepeda motor, aku langsung naik ke lantai 2, tempat departemen HRD ngantor. Setelah mengisi formulir yang disodorkan pegawai HRD aku menunggu di di ruang tamu. Tiba-tiba aku teringat sepeda motor di parkiran. “Lho kok kuncinya nggak ada di saku?” pikiranku langsung kalut. “Bagaimana kalau kuncinya tertinggal di sepeda. Pasti lenyaplah sepeda kesayanganku. JMP daerah rawan bung”. Lemes … Aku cepat berlari menuju parkiran sepeda motor dan menuju tempat sepeda berada. Kaget sekali. Ternyata sepeda motorku masih ada di sana. Posisinya sama seperti waktu aku parkir. Sejenak aku menghela napas dalam-dalam. “Lho, kok bisa ya, di mana kuncinya”. Sambil menenangkan diri aku berjalan menuju tukang parkir yang sedang ngopi di warung. “Mas, maaf…. Apa tadi menemukan kunci sepeda motor saya?” “Oh iya mas, tadi tertinggal di sepeda”.

“Ya Allah, Alhamdulillah…” Dengan haru saya menerima kunci ini dari Mas tukang parkir yang baik tadi plus senyum lebar. “Semoga sampean mendapat perlindungan dari Allah Swt, dan semua hajad dikabulkan, amin.” Saya keluarkan sedikit uang yang tersisa di dompet dan mengucapkan terima kasih berulang-ulang.

Kisah ini sangat lekat di hati saya, karena pada saat itu, sepeda motor ini adalah harta saya satu-satunya. Allah Swt menyelamatkan harta saya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Bagaimana mungkin ini terjadi di daerah JMP yang terkenal koraknya sejak lama. Ternyata masih ada orang baik di sekitar kita. Jangan ragu, jangan takut karena Tuhan menempatkan orang baik di sekitar kita.

Untuk keluargaku tercinta


Tips Melakukan Terapi Air

Menurut Dr. F. Batmanghelidj, peneliti dan penulis buku self-help Your Body’s Many Cries for Water, You are not just what you eat; you are what you drink. Itu menjadi alasan mengapa air memegang peranan penting untuk kesehatan Anda.

Agar Anda terhindar dari penyakit, ada baiknya mencoba Terapi Air Mineral. Berikut caranya:

  • Setiap pagi, sebelum anda mengonsumsi apapun minum 1.25 liter air mineral dalam keadaan perut kosong. Coba untuk mengonsumsi dalam waktu 10 menit. Namun, jika Anda tahap pemula, coba untuk minum 2 gelas dahulu sebagai permulaan, namun seiring waktu tambah sampai pada jumlah 1.25 liter.
  • Berikan waktu istirahat tubuh Anda ½ jam setelah Anda meminum air.
  • Setelah itu baru jalankan aktivitas Anda lainnya, seperti olah raga, mandi, yang lain-lain.
  • Diusahakan perut jangan diisi sesuatu dahulu selama rentang waktu ½ – 2 jam setelah Anda minum 1.25 liter air.

Penelitian Asupan Air untuk Orang Tua

Penambahan asupan air sebanyak satu liter sehari tampaknya tidak mengakibatkan dampak negatif bagi orang tua. Seorang peneliti dari Belanda, Dr. Mark G. Spigt dari Maastrich University melaporkan melalui Jurnal Persatuan Geriatri Amerika, bahwa orang tua lebih sering mengalami dehidrasi, sebagian karena sensasi rasa haus mereka sudah menumpul. Di lain pihak, orang tua lebih mudah mengalami dehidrasi, karena ginjal mereka lebih lemah.

Mengkonsumsi air secara berlebih dikatakan dapat menghilangkan kadar sodium dalam tubuh dan dapat berakibat serius. “Kami melakukan analisis ini,” kata Spigt pada Reuters Health. “Karena kita tidak mengetahui apakah hal ini dapat berbahaya bagi para orang tua. Terlepas dari kurangnya bukti yang mendukung topik ini, orang mengasumsikan berbagai macam efek. Beberapa mengklaim efek positif, lainnya mengatakan overhidrasi,” tambahnya.

Untuk meneliti efek umum yang terjadi karena bertambahnya asupan cairan, peneliti melakukan sebuah kajian yang melibatkan 141 orang tua sehat antara usia 55-75. Secara acak, mereka diminta menaikan asupan air sebanyak satu setengah liter sehari, lainnya diberi satu sendok sirup placebo per hari.

Setelah 6 bulan, orang tua yang minum lebih banyak air mampu meningkatkan asupan cairan dengan rata-rata 1 liter per hari. Tidak ada perbedaan jauh dari dua kelompok itu, baik dalam tekanan darah, kadar sodium, atau kadar filtrasi ginjal mereka. Dengan hasil ini, peneliti menyimpulkan bahwa memperbanyak asupan cairan tidak berakibat buruk

Sumber, Danone Aqua


Halaman Berikutnya »