From Paiton With Love

UANG ITU BUKAN MILIKKU

Oleh : Jaiman Paiton

Sebuah pengalaman pribadi yang selalu melakat di benakku hingga sekarang. Waktu itu aku sedang menempuh pendidikan S1 di sebuah PTN di Surabaya. Sebagai anak kos, aku harus mengatur waktu dan keuangan seefisien mungkin. Belanja makanan dan keperluan kuliah harus aku lakukan secara cermat supaya tidak kekurangan. Dengan uang saku mingguan Rp 10000 aku mengalokasikan makan pagi, siang dan sore sangat hati hati. Pagi sarapan pecel, siang nasi sayur lodeh dan malam makan seadanya. Menu mie instan paling sering aku nikmati di malam hari karena harganya murah.

Pulang kuliah jam satu siang. Setelah  makan siang dan sholat, aku istirahat siang sekitar sejam. Jam 3 sore bangun untuk menunaikan sholat  ashar di masjid sebelah kos-kosan. “Ah, nikmatnya bertasbih kepada Allah pada saat-saat orang sedang menyibukkan diri dengan urusan fidunya.

Turun masjid, aku segera bergegas membersihkan diri, ganti baju lalu berangkat ke Perpustakaan Universitas. Memang tidak ramai, tetapi Perpustakaan ini sangat nyaman dan luas. Aku sangat senang berlama-lama dengan buku dalam kesunyian bersama hasil karya orang-orang yang bekerja penuh dedikasi. Aku biasanya pulang paling akhir, yaitu jam 7.30 karena Perpustakaan ini tutup jam delapan kurang seperempat. Aktivitas ini yang menghanyutkan aku menikmati waktu sehingga detik-demi detik berlalu sangat cepat.

Suatu sore setelah sholat isyak, aku mencari-cari buku yang kuinginkan di lantai tiga. Tiba-tiba dilantai aku dapati seonggok uang tercecer di atas lantai. Ada pecahan limapuluh ribuan, sepuluh ribu dan lembar lainnya.  Aku tidak tahu persis uang siapa ini. Badanku langsung gemetar “Uang siapa ya? Apa ada yang kehilangan dan orangnya di sini tapi kok sepi…” waktu itu lantai tiga memang sangat sepi. “ini bukan milikku, bukan milikku” Berulang-ulang suara batinku. Kuambil dengan hati-hati, lalu aku bergegas ke lantai dasar lalu menyerahkan kepada petugas yang stand by di sana. “Pak ini aku menemukan uang di lantai tiga. Kalau ada yang cari silahkan diberikan. Terima kasih”. Setelah petugas menerima uang ini, aku kembali ke lantai tiga dan melanjutkan perjalananku dengan keagungan karya orang-orang berakal.

Aku tidak pernah menanyakan kepada petugas setelah itu. Apakah uang tersebut dikembalikan kepada pemilik atau dibawa petugas perpustakaan. Allahua’lam. Tidak ada motif lain, kecuali uang itu bukan milikku. Mudah mudahan pemiliknya mengambilnya kembali.


BISNIS APA SAJA, PASTI LAKU

Oleh : Jaiman Paiton

pkl

Seorang teman saya yang sukses merintis bisnis termite control di Surabaya mengatakan, “You bisnis apa saja pasti laku. Jadi nggak usah pikir panjang, kelamaan. Temanku aja yang jualan batu, laku tuh.. malah diekspor lagi”. Dengan bangganya di cerita lagi, “Nih… yang aku jalanin. Kebanyakan orang mungkin tidak berpikir bahwa semut, nyamuk dan tikus bisa menciptakan lapangan kerja dan yang pasti uangnya lumayan banyak ha ha ha…..”.

Walaupun agak berat harus aku akui bahwa apa yang dia katakan adalah benar. Kalau ada orang jualan batu aja laku, bagaimana dengan jualan sembako yang semua orang pasti membutuhkannya? Jadi bisnis bisa dimulai dari apa saja, kapan saja dan terserah bagaimana model bisnisnya.

Sekarang anda mau bisnis apa? Sembako, fashion, IT, agriculture, telekomunikasi? Pasti laku? Jangan takut, kuncinya adalah ketekunan dan memahami konsumen. Gampang sekali. Konsumen anda adalah dewa penolong, turuti apa keinginannya, pasti berhasil. Gampang ya….


KERJA SAMA UNTUK PERFORMANCE

Oleh : Jaiman Paiton

gedung

Dengan dalih menjadi yang terbaik seseorang berpikir dan bekerja keras sedirian. Saking seriusnya, dia tidak punya waktu untuk memikirkan keluarga dan orang di sekitarnya. Ada tetangga meninggal dunia tidak tahu, ada tetangga melangsungkan walimatun nikah tidak tahu, ada tetangga sakit tidak tahu. Bahkan dia sendiri masuk rumah sakit, tetangganya juga tidak tahu.

Kalau anda seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta yang dinamis, appraisal menjadi sangat vital. Di sini anda dinilai performance kerja selama setahun. Apakah anda layak mendapatkan reward atau tidak sama sekali,  apakah anda patut naik gaji atau tidak. Semua berlomba, berdedikasi yang terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal. Tidak terasa atmosfir persaingan mulai muncul. Diantara mereka bahkan tidak menyadari bahwa atmosfir persaingan membawa sebagian pegawai berpikir negatif. Mulai muncul keinginan menjatuhkan kolega, atasan, dan bawahan untuk mendapatkan pujian dihadapan bos. Apa yang terjadi berikutnya? Pasti, atmosfir kerja sangat kaku, curiga dan egois. “Kerjaan saya, milik saya, kerjaan you harus you kerjakan sendiri”. Dikotomi antara individu sangat kuat sehingga tidak ada kerjasama, akibatnya tujuan bisnis secara keseluruan berantakan.

Konon SunTzu mengajarkan, “teman seribu kurang musuh satu kebanyakan”. Jadi yang peru diperbanyak ada pertemanan dan diminimalkan persaingan. Nah, inilah yang saya maksud bahwa sinergi menghasilkan lebih banyak dibandingkan persaingan.

Dewasa ini kerjasama atau aliansi menyadarkan pabrikasi raksasa dunia sehingga mereka berbondong-bondong menjalin kerjasama, bahkan mencapai tahap merger yang menhasilkan kapitalsasi market monopoli. Di Eropa provider telekomunikasi Inggris Vodafone gabung dengan jasa Telkom Jerman Mannesman. Pabrikan ponsel Erricsson gabung dengan raksasa electronik Sony. Bank CIMB Malaysia, Bank Niaga dan BII mergen jadi CIMB Niaga, dan masih banyak lagi model kerjasama bisnis lainnya. Tujuannya pasti kapitalisasi market dan ujung-ujungnya adalah profit. Kerja sama…. siapa takut?

Dengan dalih menjadi yang terbaik seseorang berpikir dan bekerja keras sedirian. Saking seriusnya, dia tidak punya waktu untuk memikirkan keluarga dan orang di sekitarnya. Ada tetangga meninggal dunia tidak tahu, ada tetangga melangsungkan walimatun nikah tidak tahu, ada tetangga sakit tidak tahu. Bahkan dia sendiri masuk rumah sakit, tetangganya juga tidak tahu.

Kalau anda seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta yang dinamis, appraisal menjadi sangat vital. Di sini anda dinilai performance kerja selama setahun. Apakah anda layak mendapatkan reward atau tidak sama sekali,  apakah anda patut naik gaji atau tidak. Semua berlomba, berdedikasi yang terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal. Tidak terasa atmosfir persaingan mulai muncul. Diantara mereka bahkan tidak menyadari bahwa atmosfir persaingan membawa sebagian pegawai berpikir negatif. Mulai muncul keinginan menjatuhkan kolega, atasan, dan bawahan untuk mendapatkan pujian dihadapan bos. Apa yang terjadi berikutnya? Pasti, atmosfir kerja sangat kaku, curiga dan egois. “Kerjaan saya, milik saya, kerjaan you harus you kerjakan sendiri”. Dikotomi antara individu sangat kuat sehingga tidak ada kerjasama, akibatnya tujuan bisnis secara keseluruan berantakan.

Konon SunTzu mengajarkan, “teman seribu kurang musuh satu kebanyakan”. Jadi yang peru diperbanyak ada pertemanan dan diminimalkan persaingan. Nah, inilah yang saya maksud bahwa sinergi menghasilkan lebih banyak dibandingkan persaingan.

Dewasa ini kerjasama atau aliansi menyadarkan pabrikasi raksasa dunia sehingga mereka berbondong-bondong menjalin kerjasama, bahkan mencapai tahap merger yang menhasilkan kapitalsasi market monopoli. Di Eropa provider telekomunikasi Inggris Vodafone gabung dengan jasa Telkom Jerman Mannesman. Pabrikan ponsel Erricsson gabung dengan raksasa electronik Sony. Bank CIMB Malaysia, Bank Niaga dan BII mergen jadi CIMB Niaga, dan masih banyak lagi model kerjasama bisnis lainnya. Tujuannya pasti kapitalisasi market dan ujung-ujungnya adalah profit. Kerja sama…. siapa takut?


BISNIS DAN SEDEKAH

Oleh : Jaiman Paiton

Sabtu dan minggu bersama keluarga. Inilah saat paling menyenangkan bagi kita. Bermain dan bercengkerama dengan sibuah hati adalah momen yang paling berharga. Sedemikian berartinya momen ini, tidak ada materi lain yang bisa disandingkan dengan kebersamaan dengan keluarga.

Sebuah tantangan muncul silih berganti antara menemani keluarga dengan bisnis dan nilai kepuasan lain. Aku ingin memanfaatkan momen luang ini untuk bisnis yang menjanjikan sejumlah nilai rupiah dan ikhtiar untuk membantu sesama. Sorry, agak religius. Kayak ceramah subuh Mas.

Seorang teman mengatakan “Bisnis tidak hanya menggiurkan karena sejumlah nilai uang, tapi bisnis akan membantu sejumlah orang yang ada di sekeliling kita. Bayangkan kalau ada lima orang yang bekerja kepada anda, kemudian masing-masing dari mereka memiliki keluarga, istri dan satu anak. Ini berarti anda sudah membantu lima belas orang. Anda sudah meringankan beban hidup lima belas jiwa, bukankah ini luar biasa?”

Saya berpikir lagi, “Aku kira pendapat teman saya benar. Dengan membuka bisnis saya bisa membantu orang lain. Bukan hanya itu, apabila kelima keluarga tadi bisa bersedekah dan membantu tetangganya, bukankah aku patut bersyukur?. Kalau kemudian anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan sampai ke jenjang ideal, tentu aku juga patut bersyukur”. Akhirnya kuputuskan aku hendak membuka bisnis dengan tujuan yang lebih mulia daripada hanya pundi-pundi rupiah.

Bisnis apa, mulai  dari mana?

Pertanyaan yang selalu dipikirkan oleh siapa saja yang akan memulai usaha. Cerita bisnis sesungguhnya beragam. Misalnya Kolonel Sanders yang menciptakan KFC bermula dari hobby masak, kemudian menciptakan resep yang digemari oleh semua orang di seantero jagad. Sauchiro Honda Juga demikian, berawal dari kegemarannnya pada mesin dan teknik dia memulai bisnisnya dari bengkel sederhana yang akhirnya menjelma menjadi pabrikan mobil raksasa di Jepang. Larry dan Sargei pencipta search enggine paling top, Google mengawali bisnis dari kemampuan akademisnya di bidang matematika logika super cerdas. Saat ini Google masih digdaya di jajaran top one search enggine paling berpengaru. Bob Sadino lain lagi, dia memulai bisnis karena tekanan ekonomi keluarga yang berat, menuntut dia melakukan bisnis serba apa adanya. Bob sukses dan bisnisnya merambah bidang makanan sampai  properti. Mereka semua orang hebat dan memberikan manfaat kepada banyak orang. Luar biasa, hebat sekali.

Bisnis apapun oke, bisa berkembang kok. Kuncinya ketekunan, inovatif, dedikasi, pantang menyerah, integritas dan komitmen. Ini artinya bisnis bisa diawali dari mana saja, bisa dari hobi, kemampuan akademis, atau bahkan keterpaksaan.


KEBAIKAN ADA DI SEKITAR KITA

Oleh : Jaiman Paiton

Semua orang pasti berharap kebaikan. Ya kebaikan dari apa-apa yang diusahakan, bahkan seorang malingpun mengharap kebaikan diantara perbuatannya yang merugikan orang lain. Artinya, kebaikan adalah adalah kebutuhan semua orang walaupun seorang penjahat sekalipun.

Kalau seorang penjahat saja mengharapkan kebaikan pada dirinya bagaimana dengan anda yang meniatkan amalan jelas-jelas untuk kebaikan diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Perbuatan baik apa yang bisa memberi kebaikan kepada orang lain? Banyak sekali dan mudah kita lakukan. Kalau pagi ini anda berangkat ke kantor membawa mobil sempatkan memberi tumpangan kepada teman dan tetangga. Mungkin hari ini dia sedang kesulitan uang untuk transport, dan anda datang meringankan bebannya. Bukan main anda menjadi orang baik yang akan dikenang. Mungkin juga mereka yang anda mudahkan hari ini berdoa dan doanya dikabulkan Tuhan. Andy F Noya yang ngetop lewat acara TV Kick Andy menyarankan supaya kita membersihkan sendiri meja makan. Atau bayarlah uang tol untuk mobil di belakang anda. Mudah dan murah.

Sebuah kisah ringan yang pernah saya alami sekitar 15 tahun lalu. Pagi itu saya memenuhi pangilan sebuah perusahaan jasa feri penyeberangan jembatan Madura (JM) di jalan Rajawali, Surabaya untuk melakukan wawancara lowongan kerja. Dengan senang hati pagi itu aku datang dengan sepeda motor kesayangan. Setelah memarkir sepeda motor, aku langsung naik ke lantai 2, tempat departemen HRD ngantor. Setelah mengisi formulir yang disodorkan pegawai HRD aku menunggu di di ruang tamu. Tiba-tiba aku teringat sepeda motor di parkiran. “Lho kok kuncinya nggak ada di saku?” pikiranku langsung kalut. “Bagaimana kalau kuncinya tertinggal di sepeda. Pasti lenyaplah sepeda kesayanganku. JMP daerah rawan bung”. Lemes … Aku cepat berlari menuju parkiran sepeda motor dan menuju tempat sepeda berada. Kaget sekali. Ternyata sepeda motorku masih ada di sana. Posisinya sama seperti waktu aku parkir. Sejenak aku menghela napas dalam-dalam. “Lho, kok bisa ya, di mana kuncinya”. Sambil menenangkan diri aku berjalan menuju tukang parkir yang sedang ngopi di warung. “Mas, maaf…. Apa tadi menemukan kunci sepeda motor saya?” “Oh iya mas, tadi tertinggal di sepeda”.

“Ya Allah, Alhamdulillah…” Dengan haru saya menerima kunci ini dari Mas tukang parkir yang baik tadi plus senyum lebar. “Semoga sampean mendapat perlindungan dari Allah Swt, dan semua hajad dikabulkan, amin.” Saya keluarkan sedikit uang yang tersisa di dompet dan mengucapkan terima kasih berulang-ulang.

Kisah ini sangat lekat di hati saya, karena pada saat itu, sepeda motor ini adalah harta saya satu-satunya. Allah Swt menyelamatkan harta saya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Bagaimana mungkin ini terjadi di daerah JMP yang terkenal koraknya sejak lama. Ternyata masih ada orang baik di sekitar kita. Jangan ragu, jangan takut karena Tuhan menempatkan orang baik di sekitar kita.

Untuk keluargaku tercinta


SILAHKAN BERBANGGA

Oleh : Jaiman Paiton

953272Jepang_(1)

Apa yang membuat anda bangga? Uang, jabatan, anak, rumah, mobil, tanah emas belian, saham atau apa lagi? Silahkan saja. Tidak ada larangan anda berbangga dengan apa yang anda miliki. Tentu ada alasan mengapa anda patut berbangga. Saya yakin bahwa untuk mendapatkan semuanya memerlukan pengorbanan besar sehingga anda patut berbangga. Uang yang ada didiposito mungkin dikumpulkan bertahun-tahun sehingga patut anda menghagainya. Bukan pada uangnya melainkan penghargaan atas kerja keras yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Demikian juga dengan mobil kinclong yang nongkrong di garasi. Anda membutuhkan waktu 4 tahun menahan keinginan belanja kebutuhan lain karena harus mengangsurnya. So, silahkan berbangga dengan hasil kerja anda.

Satu hal yang perlu saya tekankan di sini, bahwa kebanggan kita terhadap poporti ini bukan karena pamer kemewahan, atau kekuatan, melainkan anda berbangga karena mampu mewujudkan mimpi anda meraih sesuatu yang hebat dan sulit untuk didapatkan kebanyakan orang.


CINTAILAH KELUARGA

Oleh : Jaiman Paiton

Seorang teman bercerita ketemu dengan kenalan mertuanya. Seorang pedagang sapi yang usianya mendekati 50 tahun, tinggal di daerah pinggiran, dan sangat kaya menurut ukuran daerah tersebut. Rumahnya yang paling mentereng menyebabkan semua orang  mengenalnya. Yang menjadi fokus cerita adalah, si pedagang sapi ini beristri dua. Istri kedua masih relatif muda cantik lagi. “dua kosong” seorang teman lain tiba-tiba komen dan kami semua tertawa riuh.

Bukan hanya itu. Ternyata pembicaraan kami seputar poligami adalah menu favorit, munkin karena kami tidak ada yang berpoligami sementara sudah ada beberapa teman satu kantor yang beristri dua. Di daerah kami, seorang kyai juga sering beristri dua atau lebih. Ada seorang kyai terkenal di Probolinggo yang terkenal kawin cerai. Kalau dia suka, langsung diminta ke orang tuanya, dan kalau sudah tidak suka lagi cerai saja, titik. Kami memang tidak sependapat dengan perilaku menyimpang ini. Seorang teman nyetuk “buruk rupa kaca dibelah. Karena gak bisa melakukan, orang lain dianggap buruk”. Ha ha ha… kembali suara tawa kami riuh.

Dalam keheningan, saya selalu berpikir bahwa topik poligami menjadi materi yang menyebabkan kami kaum Adam menempatkan ego di atas orang lain. Paling tidak apa yang saya pikirkan mengabaikan perasaan istri dan anak anak. Coba pikir. Misalnya anda ingin kawin lagi, sementara itu di sisi lain istri anda juga berpikir sama. Satu-satu, adil kan?

Apakah anda sebagai kaum Adam dapat menerima pemikiran perempuan kawin dua (poliandri)? Saya tidak sependapat karena agama melarang perempuan poliandri. Oke, kita tahu bahwa menurut agama perempuan dilarang poliandri, tetapi kalau unsur agama sedikit kita abaikan dan murni diskusi ini adalah sisi kemanusiaan belaka. Laki-laki kawin lagi dan perempuan juga demikian, apa jadinya?

Saya hanya memikirkan bahwa apapun yang kita lakukan harusnya balance, yaitu seimbang antara perbuatan dan balasan. Kalau anda rajin melakukan perbuatan baik pasti mendapatkan balasan yang baik pula. Dan kalau kita menyakiti hati istri dan anak-anak ada balasannnya.

“Saya berpoligami karena ingin menolong orang lain”. Banarkah itu adalah niat yang sesungguhnya? Benarkan keinginan ini bukan nafsu belaka? Benarkan istri dan anak-anak bisa menerima dengan hati tulus? Memang sesama manusia tidak dapat membaca niat masing-masing hati, tetapi kita adalah manusia biasa yang mudah tergoda oleh egoisme nafsu. Kita bukan malaikat, bukan nabi, sehingga perbuatan kita tidak terpelihara dari dosa, tidak terpelihara dari godaan nafsu.

Lalu apa yang harus saya lakukan? Mario Teguh sering menaburkan pesan “Cintai keluarga” dan anda akan mendapatkan belasannya. Mencintai keluarga adalah indah.


NIAT DAN PRASANGKA BAIK

Oleh : Jaiman Paiton

Jujur, kita sering kali meniatkan amalan karena selain Allah Swt. Di dalam hati kita ada keinginan bahwa orang lain memberikan pujian atau minimum sekedar perhatian kepada kita. Pada saat kita memberikan sumbangan bencana gempa, menolong tetangga, mengantar korban kecelakaan ke rumah sakit dan lain sebagainya. Di dalam hati kita ada letupan-letupan sporadis ingin mendapat balasan dari orang lain.

Sesungguhnya ini manusiawi. Semua orang ingin mendapat perhatian dan menerima balasan dari amal. Yang tidak wajar adalah ketika balasan yang kita harapkan adalah bukan hak anda. Tidak layak kita menerima balasan apapun karena itulah yang seharusnya anda lakukan. Misalnya kita mengantarkan korban kecelakaan ke rumah sakit, kemudian di dalam hati kita ada keinginan dipuji karena telah berbuat derma.

Mungkin anda tidak ingin mendapatkan imbalan apapun berupa materi, tetapi di dalam hati anda ada keinginan orang lain mengucapkan terima kasih. “Saya adalah pahlawan yang menyelematkan nyawa orang lain. Jadi saya pantas menerima pujian”. Membanggakan diri adalah awal dari rusaknya niat yang menghapus nilai pahala dihadapan Tuhan.

Bukankah ucapan terima kasih adalah balasan yang paling mudah dan bisa dilakukan semua orang? Benar, wajarlah kalau sesama manusia saling menolong dan berterima kasih. Bagaimana kalau orang lain tidak mengucapkannya? Berprasangkalah yang baik. Mungkin mereka yang anda tolong tidak mengucapkan secara verbal di gendang telinga anda, tetapi mereka berdoa, supaya anda mendapatkan balasan yang hebat dari Tuhan. Ini tentunya sesuatu yang luar biasa. Kalau setiap orang yang anda tolong berdoa, dan doa-doa ini didengarkan oleh Tuhan, betapa beruntungnya anda. Jadi tidak perlu berkecil hati karena orang lain tidak mengucapkan terima kasih. Sederhana saja, berprasangkalah yang baik, anggaplah pertolongan anda adalah doa-doa yang dipanjatkan oleh orang lain untuk anda.


SILAHKAN BERMIMPI

Oleh : jaiman Paiton

Kalau anda bercita-cita menjadi presiden kemudian gagal, ada kemungkinan anda menjadi menteri, gubernur, bupati atau mungkin camat. Tetapi kalau anda tidak pernah bercita-cita menjadi presiden mungkin jabatan luruhpun tidak pernah anda rasakan.

Silahkan bermimpi. Gratis tidak perlu banyar kok. Anda boleh bermimpi menjadi apapun dan kapanpun. Bahkan anda boleh bermimpi meraih sesuatu yang aneh, gila atau mungkin yang sangat mustahil untuk diwujudkan menurut pendapat orang lain.

Kalau anda tidak pernah bermimpi, bagaimana mungkin meraihnya? Nah, di sini saya tegaskan bahwa bermimpi itu perlu. “Saya tidak mau bermimpi takut gagal”. Siapa bilang mimpi pasti menjadi nyata? Mimpi bukan harus selalu nyata dan mudah diraih. Karena mimpi anda sangat hebat, tentu saja sulit diraihnya. Gagal juga menjadi menu wajib, tetapi tidak ada yang tidak mungkin kalau anda bersungguh-sungguh meraihnya. Konon Thomas Alfa Edisson melakukan eksperimen 1000 kali dan 999 diantaranya gagal. Keberhasilan Edisson hanya karena dia pantang menyerah dan tidak takut gagal. Jadi silahkan bermimpi… nggak bayar kok.


RAMADHAN, BULAN ANTI KEKERASAN

Oleh : Jaiman Paiton

Momen puasa bisa dijadikan Bangsa Indonesia untuk melawan kekerasan yang ditebarkan kaum teroris. Stempel Islam yang dijadikan tameng oleh para teroris bisa kita bantah dengan kedamaian yang kita ciptakan pada Bulan Ramadhan 1430 H.

Mengapa Ramadhan penting? Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, sehingga hitam dan putihnya negeri ini mencerminkan perilaku penduduknya. Wahai Umat Islam Tanah Air, sekarang waktunya kita tunjukkan kepada dunia bahwa Umat Islam cinta damai, Penduduk Indonesia bisa menjadi rahmat bagi alam semesta.

Selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di manapun berada. Mari kita ciptakan Bulan Ramadhan yang teduh penuh barokah dan cinta damai. Sekedar pinjam istilah Mbah Surip Almarhum “I love you full”


Posted in Management, Motivasi
Tags: ,
Halaman Berikutnya »