Oleh : Jaiman Paiton

Anda bisa menghargai sesuatu dengan sungguh-sungguh apabila untuk mendapatkannya membutuhkan effort luar biasa dan pengornanan besar. Maksudnya apapun yang diperoleh dengan susah payah, pasti anda akan menghormatinya. Misalnya seorang atlit yang mendapatkan medali emas dalam kejuaraan dunia. Bagi dia medali ini sangat berharga san tidak serta-merta mudah ditukarkan dengan imbalan dalam bentuk lain. Bagi seorang atlit, sekeping medali emas dengan berat 20 gram tidak bisa dihargai dengan uang sebesar 100 juta walaupun harga emas saat ini sekitar 300 ribu per gram, mengapa? Ya di sinilah penghargaan seseorang terhadap usaha dan pengorbanan.
Hal yang sama bisa anda rasakan terhadap uang. Anda akan sangat menghargai uang di saku anda apabila anda mendapatkan dengan cucuran keringat dan berpikir kiras. Contoh paling ekstrim bisa saya rasakan sendiri pada saat membuka sebuah toko di rumah. Usaha dagang tidak seperti yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Dalam benak saya, usaha jualan kebutuhan pokok di rumah cukup enak. Saya kulakan barang kemudian didispay di tempat yang telah saya siapkan dan pelanggan akan datang dengan sendirinya. Uang mengalir seperti air dan pundi-pundi saya makin membesar.
Setelah saya tekuni usaha ini, ternyata pikiran saya makin terbuka, bahwa melakukan usaha tidak semudah yang saya pikirkan. Untuk mengais rupiah membutuhkan effort luar biasa, kami harus kerja keras, sabar dan berpikir terus menerus untuk menarik minat pelanggan menghampiri gerai kami. Spanduk dan umbul-umbul tidak cukup, harus ada upaya cerdas sehingga pelanggan berminat mampir. Meyakinkan pelanggan bukan urusan sederhana karena mereka memiliki pilihan.
Jangankan uang puluhan ribu atau jutaan, uang sepuluh rupiahpun kami kumpulkan dengan sabar dan berharap ini adalah rejeki yang barokah. Rupiah demi rupiah kami kumpulkan dengan sabar karena ini adalah cara yang harus kami lalui. Di sinilah kami merasakan benar betapa mendapatkan rejeki yang halal itu perjuangan yang sulit dan tujuan kami adalah satu, bisnis kami berkembang dengan ridho dari Allah SWT, amin.
Oleh : Jaiman Paiton

Memang agak tinggi kalau kita sudah mengatakan working with passion. Luar biasa, bekerja dengan setulus hati adalah perilaku langka. Anda bisa bayangkan bagaimana seseorang yang bisa menjalankan pekerjaan dengan setulus hati semantara di sisi lain dia menyimpan sejumlah keinginan yang terbentur pada ketidak berdayaan sebagai pegawai.
Mungkinkah seorang pegawai memiliki ruh working with passion? Tentu saja ada kemungkinan walaupun sangat sedikit. Mungkin karena sangat sedikitnya orang yang bertulus hati, seperti mencari jarum dalam jerami.
Mungkin anda pernah kagum dengan sam Walton pendiri Wal Mart yang terkenal di US. Walaupun sebagai bos, Sam Walton tidak ragu datang ke kantor pagi sekali kemudian berdiri di depan pintu masuk Super Marketnya sambil menyapa para pelanggan atau bahkan dia membantu pelanggan. Inilah yang saya katakan sebagai working with passion.
Seorang teman saya berkilah, kalau San Walton bisa melakukan ini tentu saja masuk akal, karena dia adalah pemiliknya. Apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang alami doirongan dari rasa cinta dan kepemilikan menyatu. Dengan demikian, Sam menjadi orang yang bekerja setulus hati. Apakah anda melakukan ini di tempat kerja? Jadi kalau anda ingin menikmati working with passion bekerjalah untuk diri sendiri dengan cara membuka usaha, bagaimana gampang kan?
Oleh : Jaiman Paiton

Pertama-tama pada saat saya memulai bisnis dagang (trading) dalam pikiran saya “pasti enak sekali”. Jualan itu enak, saya tinggal beli barang (kulakan) kemudian saya tempatkan di display toko, kemudian tinggal saya tunggui saja. Dengan mencantumkan identitas toko dan memajang sedemikian rupa di depan toko, maka calon pembeli akan segera berdatangan dan menyerbu barang yang saya sediakan.
Dengan pikiran seperti ini kemudian saya niatkan untuk membuka sebuah toko agen penjualan air kemasan dan elpiji. Saya berniat akan menekuni bsinis ini sebaik-baiknya dan berharap Allah memberikan kemudahan kepada saya dan keluarga, “semoga Allah memudahkan rezeki yang barokah kepada keluarga kami, amin” teriring dengan do’a dan ikhtiar kami yang sungguh sungguh.
Dengan bekal modal relatif kecil, saya dan istri menjalankan bisnis ini dengan paradigma saya bisa berhasil dengan seijin Allah SWT.
Setelah saya jalankan bisnis ini, ternyata kesulitan mulai menghadang. Rencana sales yang telah saya paparkan dalam business plan menjadi cerita manis yang sulit kani raih. Bahwa membuar rencana itu sangat mudah benar-benar kami rasakan.
Saya memang sering membaca kisah sukses dan kegagalan pengusaha yang mencoba surfing di dunia bisnis. Mereka datang dan pergi silih berganti seperti angin yang tiba dan pergi tanpa peringatan dini. Saya memang mencoba dan berpikir keras untuk masuk ke dalam ranah ini dengan baik. I am a new comer, please be welcome. Dengan segala kekurangan pengalaman berbisnis saya berharap bahwa ikhtiar kami berhasil. You Think can you can, itu pijakan kami.
Sekarang saya benar-benar merasakan bagaimana sulitnya mencari uang. Uang seratur rupiah atau mungkin satu rupiah sangat berarti. Inilah yang saya katakan sebagai perjuangan hidup yang sesungguhnya.
Oleh : Jaiman Paiton
Tulisan ini merupakan tips sederhana yang bisa anda praktekkan, mudah dan murah. Bagi anda yang sudah jenuh dengan gaji bulanan dan ingin mengembangkan bisnis mandiri, tips saya ini mungkin bisa membantu. Kalau tips ini dirasa kurang yahut, tidak masalah, minimum saya telah berbagi pengalaman.
Tips ini terutama ditujukan bagi anda yang saat ini sedang menjalani profesi di perusahaan sebagai pegawai.
Sebagai pegawai, kita telah merasakan enaknya mendapat gajian rutin setiap bulan dan tidak perlu memikirkan sesuatu yang berat. Sebagai karyawan kita cukup menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mendapat jatah gaji bulanan. Rasanya zona ini sangat aman. Zona yang pernah kita mimpikan pada waktu kuliah atau lulus dari kuliah. Zona aman yang kita idamkan berada di genggaman, so be cool man….
Tapi bagi anda yang menginginkan tantangan lebih, maka zona aman, bukan pilihan yang menarik. Zona aman yang kita pertahankan mati-matian dan membanggakan sesungguhnya hanya kamuflase. Zona aman ini sewaktu-waktu bisa menjadi zona merah yang menakutkan, apalagi kalau perekonomian dunia gonjang-ganjing dilanda resesi. Seperti yang terjadi pada akhir tahun 90-an , kemudian berulang lagi tahun 2008 dan seterusnya. Jadi kalau sudah demikian siapa yang bakal menjadi dewa penolong? Bukan perusahaan anda, bukan pula orang lain. Hanya diri anda sendiri yang bisa menyelamatkan. Oleh sebab itu berbuatlan sesuatu yang bisa menyelatkan anda dan keluarga. Apa yang perlu kita lakukan?
Oke saya ingin meyelamatkan diri saya sendiri. Saya ingin mendapatkan penghasilan yang layak untuk menopang ekonomi keluarga. Syukur-syukur kalau bisnis kami bisa berkembang baik dan menjadi sumber perekonomia utama. Ini artinya saya bisa meninggalkan perusahaan dan memulai jalan hidup lain yang lebih baik. Tidak fair kalau anda tetap bertahan diperusahaan sementara pikiran dan tenaga anda terbagi untuk yang lain.
Bagaimana supaya bisnis saya bisa berkembang sementara saya juga bekerja di perusahaan?
¨ Tentu saya pilihlah jenis bisnis yang tidak menuntuk perhatian full time. Dengan adanya teknologi komunikasi canggih saat ini, anda bisa mengalokasikan waktu dengan baik, sehingga semua bisa tertangani dengan baik dan cepat. Cukup dengan telepon anda bisa mengawasi pegawai yang menjalankan bisnis tersebut. Lebih mudah lagi apabila lokasi bisnis anda berada di dekat tempat kerja, sehingga kehadiran anda akan membantu perkembangan bisnis tersebut.
¨ Ada satu hal yang sangat menarik untuk dicermati, yaitu apabila istri/suami berada di rumah, tentu akan menjadi resources yang sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis ini. Mislanya istri anda yang selama ini mengurus anak, bisa anda ajari untuk menjalankan bisnis dengan binbingan yang cukup. Istri anda menjadi tenaga kerja yang tepat untuk memulai bisnis.
¨ Kalau bisnis anda kurang berkembang karena anda tidak bisa full time, berarti anda harus memberikan alokasi waktu yang lebih banyak. Usahakan setiap weekend dan momen penting ambil cuti satu atau dua hari untuk mengurus klien atau meeting dengan kolega. Memang konsekuensinya anda akan mengambil waktu lebih banyak lagi. Dalam bahasa pebisnis, pada saat itu posisi kaki anda berada di dua kapal, yaitu kaki kiri di perusahaan dan kaki kanan di bisnis baru anda.
¨ Setelah bisnis anda berkembang dengan baik dan membutuhkan perhatian anda lebih banyak, maka anda harus segera pamitan dengan sopan. Katakan kepada atasa anda dan kolega bahwa anda keluar karena alasan keluarga atau mengembangkan bisnis. Silahkan tinggalkan kartu nama dan kesan yang baik dan mendalam kepada teman dan perusahaan. Mengapa kesan baik kita anggap penting? Karena ini adalah menjaga dan menciptakan jaringan. Kalau anda seorang pebisnis, siapapun adalah jaringan. Jaringan anda bisa berupa perusahaan atau orang-orang yang bekerja di perusahaan itu.
¨ Saatnya show time. Inilah saatnya anda menunjukkan kualitas kerja dan berkembang dengan bisnis baru anda. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru, karena dengan melakukan ini ada kemungkinan anda menjadi the first mover. Kalau anda bisa menciptakan market baru dari ide first mover, maka potensi menjadi leading terbuka luas.
Selamat mencoba.

Dana Moneteri Internasional, IMF, sangat diuntungkan dengan hasil pertemuan puncak G20 dengan tambahan dana yang besar dan peran baru.
Tetapi apa sebenarnya keputusan itu, dan bagaimana langkah ini mengubah peran IMF di masa depan?
IMF didirikan untuk membantu negara-negara yang terlanda krisis finansial jangka pendek karena tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar tagihan.
Badan ini menawarkan pinjaman jangka pendek bagi negara yang kesulitan itu.
Sebagai imbalan, IMF menerapkan persyaratan ketat terhadap negara tersebut seperti mengurangi defisit anggaran.
Pada awalnya, saat IMF didirikan tahun 1944, negara-negara Eropa yang memanfaatkannya, namun di tahun-tahun terakhir, negara brekembanglah yang terpaksa meminta bantuan saat kesulitan.
Kini, dengan semakin mendalamnya krisis finansial dan semakin banyak negara yang berpaling ke IMF untuk meminta bantuan, dana untuk pinjaman itu bisa habis.
Itu sebabnya G20 sepakat IMF harus meningkatkan pinjamannya tiga kali lebih besar agar dana yang ditawarkan untuk dipinjam tetap ada.
Dana tambahan itu harus disumbangkan oleh negara-negara anggota IMF.
Jepang, misalnya, sudah menawarkan pinjaman $100 miliar untuk IMF dan Uni Eropa mengatakan akan menaruh dana $100 miliar.
Langkah radikal
IMF berniat mempergunakan dananya untuk pinjaman jenis baru yang lebih bersifat pencegahan, bukan menunggu negara-negara mengalami kesulitan.
IMF akan menawarkan fasilitas kredit untuk membantu memperkuat mata uang masing-masing negara lebih awal.
Dulu, negara-negara di dunia ragu meminta dana seperti itu, karena pasar finansial kemudian menjadi khawatir mereka akan kesulitan.
Namun, Meksiko menjadi negara pertama yang memanfaatkan fasilitas itu dan kini pendekatan tersebut tidak lagi terlalu memilliki nama negatif.
Sebagian besar dana tambahan baru IMF itu akan digunakan untuk fasilitas tersebut, yang terutama akan dialokasikan ke negara berpenghasilan menengah yang perekonomiannya relatif aman.
Namun dalam langkah yang lebih radikal, para pemimpin G20 sepakat untuk menambah dana lain IMF, kuota masing-masing negara, dengan tambahan dana sebesar $250 miliar.
Langkah ini akan dijalani dengan menciptakan lebih besar mata uang IMF, SDR atau hak khusus penarikan dana, yang merupakan keranjang mata uang seperti dolar Amerika, yen dan euro.
Langkah ini pada dasarnya memberi semua negara uang lebih, yang bisa mereka gunakan tanpa harus merundingkannya dengan IMF, dan akan meningkatkan kepercayaan di antara negara miskin yang sebelumnya mengkritik syarat berat IMF untuk mendapat bantuan.
Sebelumnya langkah seperti ini selalu ditentang Jerman dengan alasan mencetak uang akan menyebabkan kenaikan tingkat inflasi.
Namun dalam iklim deflasi seperti sekarang, negara itu tampaknya telah menarik keberatan tersebut.
Reformasi
IMF sendiri akan memiliki peran lebih besar dalam mencegah krisis di masa depan, dengan membangun sistem peringatan dini bagi masalah finansial dan mengambil peran lebih luas dalam mengawasi permasalah di sektor finansial secara keseluruhan.
Hal ini dilaksanakan bersama dengan pengawas global baru, Dewan Sektor Finansial.
Namun, perubahan terbesar IMF akan terjadi setelah tahun 2011, yaitu waktu yang disepakati untuk mengkaji ulang struktur pemberian suara.
Langkah itu akan membuat Amerika kehilangan hak veto, sementara Cina dan beberapa negara ekonomi baru akan memiliki suara lebih besar.
Dan peraturan bahwa Bank Dunia dan IMF masing-masing harus diketuai oleh warga Amerika dan Eropa akan dihapus.
Sebagai imbalan, Cina akan diminta untuk meminjamkan cadangan devisanya ke IMF – dan terus mendorong usul agar SDR menjadi cadangan devisa sebenarnya untuk mengganti dolar Amerika.
Perubahan sumber dana dan peran IMF ini bersejarah dan mungkin merupakan hasil pertemuan puncak G20 yang paling penting.
Tetapi harus diingat bahwa menambah dana ke IMF bisa hanya merupakan pemecahan jangka pendek masalah krisis yang melanda negara berkembang.
Langkah ini bukan pengganti langkah perangsang fiskal, karena dana itu
dipinjamkan dan harus dibayar.
Dan juga tidak akan menghilangkan keperluan dana pembangunan tambahan dalam mengentaskan kemiskinan.
Tetapi hal itu sudah merupakan langkah maju ke arah sistem finansial internasional yang lebih global.
Sumber : BBC Indonesia

Sumber: BBCIndonesia.com. Saat pertama kali dipamerkan di pameran mobil Delhi bulan Januari lalu, Nano menarik perhatian tidak hanya warga India, tetapi juga dunia.
Ini karena harganya sekitar 100.000 rupee atau sekitar dua ribu dolar Amerika atau di bawah Rp20 juta.
Nano akan dijual di seluruh India bulan depan, dan produk otomotif ini akan mulai diserahkan kepada pembeli bulan Juli.
Produsennya, Tata berharap mobil sepanjang 3 meter dengan 5 tempat duduk ini akan cukup murah untuk mendorong jutaan warga India beralih dari sepeda motor.
Bos pemilik Tata Ratan Tata menggambarkan Nano sebagai “tonggak sejarah”.
Para analis mengatakan, mobil ini baru baru akan meraih keuntungan enam tahun lagi.
Wartawan BBC Karishma Vaswani dari Mumbai melaporkan, konsumen India menunggu kedatangan Nano – mobil paling murah di dunia – yang mulai dipasarkan mingu ini.
Mereka sudah menunggu lebih dari satu tahun untuk bisa membeli mobil yang dibuat oleh Kelompok Tata, salah satu perusahaan tertua di India.
Tadinya mobil ini akan dipasarkan bulan Desember lalu, namun produksinya tertunda karena perselisihan dengan penduduk desa soal tanah tempat pabrik Nano di Bengali Barat.
Pabrik Nano pun dipindahkan ke Gujarat, sehingga Tata hanya bisa memproduksi seratus ribu unit mobil Nano.
Di India banyak orang tertarik dengan Nano, bukan hanya karena kelesuan ekonomi.
Penjual mobil mengatakan orang cenderung menunggu Nano untuk bisa mengurangi pengeluaran pembelian mobil.
Namun tidak semua orang senang dengan kehadiran Nano di India, kata wartawan kami.
Di kota besar seperti Mumbai dan Delhi, ada lebih dari satu juta mobil berlalu lalang.
Dan dengan mobil murah seperti Nano dikhawatirkan jalanan akan semakin padat.
Infrastruktur di India tidak akan bisa mendukung pertumbuhan kendaraan, dan tingkat polusi pun akan tinggi.
Namun kekhawatiran seperti itu tidak akan didengar. Jutaan orang Indoa tidak pernah bisa membeli mobil karena harganya terlalu mahal.
Mobil Nano memberi kesempatan bagi mereka untuk akhirnya bisa mewujudkan impian India yang tinggi ini.

Jakarta DetikPemilu.com- Tingkat keterpilihan (elektabilitas) capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) makin jauh mengungguli capres PDIP Megawati Soekarnoputri. Elektabilitas Megawati bahkan tak dapat bergerak naik lagi alias mentok.
Demikian hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Nasional (LSN) yang diterima detikcom, Rabu (25/3/2009). Survei dilakukan pada 5 – 15 Maret 2009 di 33 provinsi seluruh Indonesia.
Survei melibatkan 1.230 responden yang diambil secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.
Responden ditanyai siapa presiden yang akan dipilih jika pilpres diadakan saat ini. Sebanyak 41,1 persen publik mengaku akan memilih SBY, sementara Megawati hanya mendapatkan simpati sebesar 15,3 persen .
Digambarkan, jika elektabilitas SBY naik dibanding survei LSN pada Desember 2008 lalu yang sebesar 32 persen, maka elektabilitas Megawati mentok. Tingkat keterpilihan Megawati sejak survei bulan September tahun lalu selalu stagnan di kisaran 15 – 20 persen saja.
“Meskipun hingga kini Megawati masih menjadi rival serius SBY, namun peluang Mega untuk untuk mengalahkan SBY tampaknya semakin mustahil,” kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry.
Ditambahkan Umar, upaya Megawati untuk mengejar popularitas SBY tampaknya juga makin berat.
Sementara itu, capres Blok Perubahan Rizal Ramli yang dalam survei terdahulu tidak dapat masuk sepuluh besar, kini menembus enam besar. Sebanyak 3,2 persen responden mengaku akan memilih Rizal jika pemilu digelar sekarang.
Posisi Rizal ini lebih lumayan dibandingkan capres Partai Hanura Wiranto (22 persen). Namun, dia belum dapat mengalahkan Prabowo Subianto di urutan ketiga (10,2 persen), Sri Sultan Hamengkubuwono X di urutan keempat (5,8 persen), dan M Jusuf Kalla di urutan kelima (3,3 persen).
Nah, LSN memprediksikan, justru capres-capres alternatif inilah yang dapat menggoyang ketangguhan SBY. Namun capres yang berpeluang besar tersebut, kata LSN, adalah capres yang bena-benar punya visi perubahan yang tegas dan inspiring.
“Meskipun tingkat elektabilitas capres alternatif seperti Prabowo, Rizal Ramli dan Sri Sultan HB X hingga saat ini belum menggembirakan, bukan berarti peluang mereka untuk mengalahkan SBY sudah tertutup. Dibandingkan Megawati, peluang capres alternatif untuk mengalahkan SBY justru makin terbuka,” jelas Umar.
Karena itu, paparnya, jika para capres alternatif itu dapat secepatnya terkonsolidasi dan menemukan isu bersama (common issue) yang dahsyat, sangat mungkin mereka menjadi penantang serius buat SBY. Apalagi jika kondisi ekonomi terus memburuk, PHK terjadi di mana-mana, dan harga kebutuhan pokok melambung.
“Bukan tidak mungkin capres alternatif mengalahkan SBY,” pungkasnya.
Berikut hasil survei LSN selengkapnya:
| Susilo Bambang Yudhoyono | 45,1 % |
| Megawati Soekarnoputri | 15,3 % |
| Prabowo Subianto | 10,2 % |
| Sri Sultan Hamengku Buwono X | 5,8 % |
| M Jusuf Kalla | 3,3 % |
| Rizal Ramli | 3,2 % |
| Wiranto | 1,5 % |
| Hidayat Nur Wahid | 1,2 % |
| Sutiyoso | 1,0 % |
| Soetrisno Bachir | 0,5 % |
| Tokoh Lainnya | 1,2 % |
| Belum punya pilihan (undecided) | 10,5 % |
| Tidak akan memilih (golput) | 1,2 % |
Oleh : Jaiman Paiton

Empat tahun lalu, tepatnya 26 Februari 2005 di Harian Kompas ada Iklan besar satu halaman yang disponsori oleh Freedom Institute (FI) “Mengapa Kami Mendukung Pengurangan Subsidi BBM?”. Dalam iklannya, FI menyimpulkan bahwa dengan pengurangan subsidi BBM yang diikuti dengan konpensasi dalam bentuk program tertentu akan mengurangi jumlah kaum miskin dari 16.25% turun menjadi 13.87%. Hebat ya!!!. Tapi kok bisa begitu?
Bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang pendidikannya pas-pasan pasti bingung dengan argumen ini. “Lho kok bisa begitu? Harga BBM naik, 30% lagi, biasanya uang Rp10.000 cukup untuk bensin tiga hari kerja PP. Biasanya kalo BBM naik harga sembako juga naik. Beras naik dari Rp.4000 per kg menjadi Rp.5000, sayur, tahu tempe, migor juga naik. Terus bagaiamana logikanya, kok orang miskin jadi berkurang?”.
Konon dalam iklan itu sudah melalui kajian matang oleh LPEM UI. “Begini ni logikanya. Dengan menggunakan asumsi harga BBM USD 70 per barel, maka pemerintah mengeluarkan biaya subsidi sebesar Rp. 200 miliar per hari. Benar-benar besar sekali. Kalau kemudian dihitung besarannya selama setahun berarti total biaya subsidi BBM mencapai 70 triliun. Cek, cek, cek suatu angka spektakuler dan sangat besar.” Kalau misalnya sebagian saja, yaitu separuh dari nilai tersebut Rp. 35 triliun ditarik dari anggaran subsidi kemudian dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat maka dampaknya akan sangat nyata. Pendidikan gratis, kesehatan gratis, transportasi murah, dan sembako murah pasti masyarakat lebih makmur. Apalagi kalau sebagian dibagikan dalam bentuk tunai BLT, wow pasti masyarakat senang sekali.
Satu lagi rahasia kemiskinan yang akan terkuak apabila BLT dikucurkan secara berkala. Masyarakat akan menerima tunai yang berarti daya belinya naik dan pengeluarannya juga naik. “Lho apa hubungannya dengan orang miskin makin berkurang”
Kuncinya adalah batasan kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS pada Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan tiap 10 tahun. Pada tahun 2006 BPS mengeluarkan batasan miskin absolut berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan. Seseorang dikatakan miskin apabila pengeluaran per bulan kurang dari Rp 132.000. pada tahun 2006 jumlah kaum miskin mencapai 16% atau sekitar 35 juta. Kalau mereka mendapatkan BLT sebesar Rp 100 ribu tentu pengeluarannya naik drastis. Misalnya seseorang pengeluaran sebelumnya hanya Rp 90 ribu perbulan kemudian mendapatkan BLT sebesar Rp 100 ribu per bulan. Setelah itu pengeluarannya naik drastis menjadi Rp.190 ribu. Mereka akan terbebas dari kemiskinan. “Mudah sekali ya, kayak sulapan.”
Pemikiran ini sangat sederhana dan logis. Apakah ini yang dimaksudkan oleh LPEM dengan efek pengurangan subsidi BBM? Diakui atau tidak, ada agenda laten yang diinginkan oleh pemerintah dengan program subsidi BBM dan BLT. Ujung-ujungnya pemenangan Pemilu 2009 yang telah diambang pintu.
Oleh : Jaiman Paiton

Mau tahu mengapa perekonomian kita makin terpuruk dan tidak direstui Tuhan? Inilah jawabannnya. Sederhana saja, coba lihat uang kita. Kita tidak fair memperlakukan Tuhan yang Maha Kuasa. Tuhan yang memiliki Maha Kuasa invisible hand tidak mendapat tempat tempat yang layak di negeri yang konon religius. Mau tahu buktinya? Lihat saja mata uang kartal yang tiap hari kita pegang. Tulisannya kecil, “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa”. Bagi anda yang kurang perhatian, pasti tidak pernah membacanya.
Ini berbeda dengan mata uang dolar US yang mencantumkan Tuhan sedemikian tinggi, walaupun kita sering mencibir negara itu sebagai sarang maksiat, negara sekuler, biang teroris dan seterusnya. Mari kita baca apa yang ditulis di mata uang USD “IN GOD WE TRUST”. Tulisannnya besar dan mudah sekali dibaca. Bahkan kalau direnungkan lebih mendalam, seolah siapapun yang menggunakan dolar US adalah manusia religius yang berketuhanan. Jadi kalau begitu orang-orang Amrik religius sekali dong…
Ada fenomene unik yang mungkin kurang kita perhatikan selama ini. Entah apa sebabnya, apakah kita kurang kadar ketuhanannya sehingga untuk urusan yang sebesar ini tidak ingat kepada Tuhan.
Saya masih ingat sekali waktu belajar di SD, bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan mulia dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia (baca ;Barat). Dalam ceramah dan pidato kenegaraan pemimpin nasional juga mengucapkan kata-kata sakti itu. “Kita harus berhati-hati dengan infiltrasi budaya barat, karena budaya barat tidak sesuai dengan budaya bangsa yang religius dan berketuhanan.
Sangat menggelikan, ternyata semua ini terkuak dan menjadi anomali yang mencoreng muka kita sendiri. Setelah informasi dibuka lebar, tenyata kita dibohongi. Apa yang dikatakan budaya Barat buruk dan tidak sesuai dengan kebudayaan nasional bulsit besar. Ternyata kita sendiri yang lebih hina, kita menjadi negara teroris, korupsi, curang, menipu dan melupakan Tuhan.
Mau tahu buktinya, coba bandingkan antara uang kertas yang dikeluarkan Bank Indonesia dan mata uang dollar yang diterbitkan the fed. Di semua pecahan dolar ada tulisan besar di tengah-tengahnya berbunyi “IN GOD WE TRUST”. Saya tertegun, mengapa? Apa yang kita propagandakan bahwa Amerika adalah negara sekuler, sarang maksiat, iblis dan seterusnya ternyata sangat religius. Sementara mata uang rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia unsur Tuhan ditulis kecil. Saya tidak yakin orang-orang yang memegang rupiah membacanya.
Kalau demikian kernyataannya, siapa yang lebih berketuhanan?
Oleh : Jaiman Paiton

Sekali lagi, ekonomi kapitalis mengalami ujian super berat sehubungan dengan krisis keuangan yang dialami Amerika saat ini. Beberapa pakar membuat analisis cukup berani dengan mengatakan bahwa krisis kali ini akan lebih hebat dari great depression tahun 30-an. Pada saat itu banyak orang frustasi dan mencela aliran kapitalis main stream yang dianggap gagal. Bahwa ekonomi pasar yang akan menyesuaikan sendiri kendala ekonomi tidak terbukti. Harapan resources didistribusikan secara efisien (full employment) ternyata dimainkan spekulator yang makin kejam bagai tikus-tikus pengerat.
Mengapa ekonomi kapitalis gagal? Bagaimana solusi jangka panjangnya?
Beberapa pakar ekonomi menekankan bahwa yang perlu dipertanyakan adalah bukannya mengapa timbul krisis keuangan, tetapi yang lebih tepat adalah kapan krisis akan terjadi? Artinya krisis semacam ini akan selalu terjadi dan akan berulang lagi pada masa-masa yang akan datang. Akhirnya pemerintah harus campur tangan . Apa boleh buat, apabila hal ini tidak dilakukan, rakyat menderita berkepanjangan Mari kita kupas beberapa fenomena berikut, mengapa sistem kapitalis tidak bisa lepas dari krisis sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, yaitu 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001.
1. Pertama, prinsip dasar ekonomi kapitalis adalah tidak ada campur tangan pemerintah (less regulation). Dasar ekonomi kapitalis paling mula-mula dicetuskan oleh Lazandra pada awal kebangkitan ekonomi Perancis abad pertengahan. Dia mengatakan “laissez faire”, (biarkan terjadi). Menurut penganut psiokrat di Perancis abad ke-18,, perekonomian harus dibiarkan berkembang sendiri sesuai dengan keinginan pasar. Antara produsen dan konsumen akan melakukan tugas sesuai dengan keinginanya (spesialisasi). Produsen boleh menjual apa saja asalkan diterima oleh konsumen, dan sebaliknya konsumen boleh memilih apa saja produk yang dinginkan. Dengan sistem ini diharapkan pasar akan menemukan harga keseimbangan (price equilibrum) jangka panjang yang bersifat stabil (full employment). Al hasil, kemakmuran bagi semua adalah cita-cita bersama ekonomi pasar ala kapitalis kejadian great depression tahun 30-an adalah pukulan terberat bagi sistem ekonomi kapitalis. Pelaku ekonomi meragukan kehandalan sistem ini terhadap bencana yang tiba-tiba menghantam keras, inflasi, pasar modal drop, kepercayaan terhadap institusi keuangan hilang, pengangguran yang akhirnya memicu kemiskinan. Mengapa sistem pasar bebas gagal menjalankan tugasnya? Hal ini semata-mata karena manusia memiliki kecenderungan rakus (greedy). Dengan usaha sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan tertentu menyebabkan manusia melakukan beberapa upaya curang untuk mengejar keuantungan maksimum. Di US orang-orang yang tidak memiliki kecukupan financial diberikan kredit perumaham (supreme mortgage), wal hasil sebagian dari mereka tidak mampu bayar sehingga berdampak pada kinerja lembaga kredit. Lehman Brothers tumbang, AIG sekarat, Merrill Lynch almarhum dan masih banyak lagi pasien lembaga keuangan US yang menunggu di ruang ICU.
2. Kedua adalah ketidak seimbangan antara sektor moneter dan sektor riil. Adalah tidak fair apabila orang mendapatkan imbalan yang besar manakala dia tidak produktif. Penghargaan pada pemilik modal yang didasarkan pada resiko adalah naif. Semakin besar resiko yang ditanggung pemilik modal semakin besar pula imbalan yang diberikan kepadanya dan sebaliknya. Di sinilah dasar-dasar ekonomi spekulasi disandarkan, sehingga para spekulen yang rakus kemudian melakukan perbuatan culas ala tikus penggerogot yang melakukan tindakan tidak terpuji dan mubazir. Di pasar uang dia menghembuskan isu-isu tidak sedap untuk membolak-balih nilai tukar. Al hasil negara-negara yang ekonominya fragile terhadap kurs valas seperti Indonesia menerima dampak buruknya. Di pasar saham, mereka mengembuskan berita miring ala tayangan show celebrity untuk “menggoreng” saham. Dalam waktu sekejap mereka mendapatkan keuntungan supernormal, padahal mereka tidak menciptakan lapangan kerja atau nilai tambah yang signifikan sama sekali, apakah ini adil?
3. Ketiga, adalah pemerintahan yang rakus dan sombong ala George Bush. Akibat perang Irak dan Afghanistan US mengeluarkan anggaran sangat besar. Bahkan defisit APBN US defisit anggaran negara mencapat US 4 triliun, yaitu nilai defisit terbesar sepanjang sejarah Amerika. Dengan anggaran defisit sebesar ini, pemerintah terpaksa mencari sumber dana tambahan dari pinjaman lembaga internasional atau surat utang dalam negeri. Uang sebesar ini hanya menjadi pembiayaan tidak efisien, bahkan bisa dikatan mubazir untuk sebuah ambisi sahwat seorang penggila perang seperti George Bush. Sekali lagi masyarakat dunia, khususnya rakyat US menjadi tumbal nafsu Bush.
Bagaimana dengan Indonesia?
Dalam tataran dunia, Indonesia termasuk ekonomi kecil dibandingkan dengan negara-negara maju dan macan Asia lain seperti Malaysia atau China. Kurs rupiah sangat rentan terhadap permainan spekulan yang ingin mendulang currency swap secara cepat. Kalau kita amati pergerakan rupiah terhadap USD. Fluktuasi kurs ini mengalami pergerakan tidak stabil. Dalam satu minggu rupiah bisa turun sampai 500 poin bahkan 1000 poin. Walaupun pemerintah melakukan intervensi sekuat tenaga, usaha ini tidak akan berhasil banyak apabila fondasi ekonomi kita memang rapuh.
Menyandarkan mata uang pada USD adalah makan buah simalakama, apabila diteruskan menyababkan kurs rupiah makin terpuruh, sementara itu meninggalkan USD menjadi pilihan dilematis karena ekspor kita sebagian besar masih ke US. Semua nilai ekspor masih menganut sistem mata uang dollar. Sebagian besar perusahaan Asing dan BUMN melakukan transaksi dengan LN dengan dollar, dan yang tidak boleh dilupakan adalah hutang kita ke lembaga donor adalah USD, lalu mau apa lagi?
Apakah ekomoni kita bakal tamat dengan jatuhnya Amerika sebagai kampium ekonomi paling perkasa di muka bumi? Bisa jadi ya, apabila Indonesia tidak melakukan peruahan revolusioner dalam sistem keuangan makro dan mikro. Tidak ada salahnya melakukan switching pada matang uang kuat kedua di dunia yaitu EURO yang nilainya terus meroket dengan mantap.
Bagaimana mengatasinya?
Cerita lama berulang kembali, sebagaimana yang pernah terjadi pada great malaise tahun 30-an. Pemerintah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Instrument fiscal pernah menjadi majarab untuk mengobati krisis ekonomi besar. Pemerintah bisa mengeluarkan anggaran lebih untuk menggairahkan sektor ekonomi dalam negeri yang berbasis internal resources.
Yang pasti, dampak krissi paling nyata adalah PHK yang dilakukan olek perusahaan yang mengandalkan eksport ke US dan negara eropa. Diperkirakan tidak kurang dari 700 ribu pegawai kehilangan pekerjaan akibat krisis global akhir-akhir ini. Sektor apa yang memiliki kandungan local (factor endowment) dominan? Sektor perikanan adalah salah satu sektor yang paling nyata factor endowment-nya. Tambang dan perkebunan juga memiliki kesamanan sumber daya, jadi tidak akan pandir kalau teori ekonomi yang dibangun mengandalkan keunggulan kandungan resources.
Fenomena menarik yang berkaitan dengan upaya membendung dampak krisir juga didekati dengan kebijakan perpajakan. Dikeluarkannya insentif pajak pada sektor pertanian, perikanan dan manufaktur menjadi nafas baru yang dapat memperpanjang gerak ekonomi dalam negeri. Kita tunggu hasilnya.