Oleh : Jaiman Paiton

Apakah selama ini anda peduli dengan makanan yang dibeli dari pasar? Halal dan haramnya? Sehat dan tidaknya? Higienis dan tidaknya? Saya yakin anda sangat peduli. Anda memilih buah, sayur, roti, lauk, susu, daging dan seterusnya. Anda pasti memilih yang terbaik karena cinta dengan keluarga. Terakhir tersebar berita bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menemukan beberapa jenis produk dendeng dan abon yang dibuat dari daging celeng (babi hutan).
Jutaan mata umat Islam di tanah terbelalak dan tersadar bahwa di antara makanan yang dijual ternyata haram. Umat muslim telah ditipu dan baru tersadar kemarin.
5 Merek itu adalah Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi, produsennya tidak diketahui, Abon/Dendeng Sapi Cap Limas produsennya Langgeng Salatiga dan fikti
Lalu apa yang harus kita lakukan? Secara pribadi saya menyesal. Mungkin ada sebagian saudara muslim yang telah mengkonsumsinya. Tentu kita menyesal karena baru tersadar setelah dilakukan uji laborat oleh BPOM. Kalau saja produk ini sudah lama beredar di pasaran, berapa banyak saudara kita yang tertipu oleh perbuatan jahatnya.
Pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas. Mereka harus diseret ke meja hijau. Mereka harus diberi hukuman berat. Sebagai bandingan, beberapa bulan lalu pengadilan China menjatuhkan hukuman mati kepada pengedar susu bermelamin yang menyebabkan kematian beberapa balita. Walaupun mengundang kontraversi, hukuman ini membuat orang jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Bagaimana dengan hukum di negeri kita tercinta? Pelakunya jelas ada, bisa dilacak, bisa ditangkap. Jadi tunggu apa lagi? Mereka harus dihukum berat setimpal dengan akibat perbuatannya.
JAKARTA–MI: Masyarakat Jakarta masih aman dari flu babi, sehingga tidak perlu merasa khawatir dan panik. Namun harus tetap waspada. Sampai sekarang belum ditemukan adanya penyebaran virus swine influenza (flu babi) di DKI.
”Belum ada ditemukan pasien akibat terkena flu babi. Hingga kini Jakarta masih aman dari virus itu,” kata Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pemasaran Sosial dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Tini Suryanti menjawab wartawan di Jakarta, Senin (27/4).
Tini mengatakan kekhawatiran warga Jakarta terhadap penyebaran virus flu Singapura belum hilang, kini muncul lagi flu babi. Penyebaran virusnya memang masih di Meksiko dan negara bagian Amerika Serikat lainnya.
Tini menjelaskan flu babi pola penyebaran virusnya hampir sama dengan flu burung yaitu dari hewan. Jika flu burung virus ditularkan unggas, sedang flu babi dari hewan babi. Karena itu, kendati Jakarta masih aman dari penyakit ini, pihaknya tidak mau terlena harus meningkatkan kewaspadaan.
Tini mengungkapkan pihaknya telah meminta Kepala Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan DKI agar segera melakukan pengecekan rutin terhadap rumah potong hewan babi dan peternakan babi di Kapuk, Jakarta Barat.
”Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan DKI memiliki tim investigasi flu burung. Nanti tim investigasi ini yang akan mengecek peternakan babi dan rumah potong hewan babi. Apakah ada virus tersebut atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan DKI juga telah melakukan sosialisasi tentang virus H1NI, penyakit flu babi, soal gejala, dan pengobatannya ke Puskesmas kecamatan dan kelurahan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi perluasan penyebaran virus di pemukiman warga.
Jika ditemukan pasien flu babi, kata Tini, segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut di Puskesmas dan bisa langsung diketahui penyakit tersebut. Maka pihaknya akan segera melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari korban meninggal.
Menurut Tini, tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pihaknya juga mengajak seluruh warga Jakarta agar menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan melakukan pola hidup bersih, hindari kontak langsung dengan hewab babi, menjauhi tempat-tempat penampungan, dan peternakan babi.
Bagi warga yang suka mengonsumsi daging babi, Tini menganjurkan agar memasak daging hingga tingkat kepanasan 80 derajat. Jangan makan daging babi yang hanya dibakar atau dipanggang, karena virus lebih mudah penyebarannya.
”Jangan dulu makan daging babi bakar atau panggang, karena keduanya virus belum mati dan lebih mudah penyebaran virus tersebut,” ujarnya. Bagi pemilik peternakan dan rumah potong hewan babi, Tini mengimbau agar setiap minggunya dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mensterilisasikan lingkungan sekitar dan hewan-hewan tersebut. (Ssr/OL-03)
Sumber MI
Oleh : Jaiman Paiton

Apa yang dilakukan oleh politisi dengan mengunjungi petinggi partai lain adalah perbuatan pandIr. Mereka lupa dan mengabaikan factor kunci yang menjadi penentu apakah mereka bisa menduduki jabatan presiden atau tidak. Siapa yang dilupakan? Dialah rakyat, rakyat yang menjadi penentu, apakah mereka mendapatkan tempat dihatinya atau tidak.
Rakyat Indonesia sudah cerdas. Rakyat Indonesia tahu persis apa yang sebaiknya dilakukan. Rakyat tidak mungkin dikibuli. Lihat saja bagaimana Prabowo, Megawati, Jusuf Kalla, Wiranto, Sultan Hamangkubuwono, Sutrisno Bachir, Suryadharma Ali, Tifatul, Hadi Utomo. Konon dalam perteman itu mereka membicarakan koalisi, menyamakan platform dan visi partai. Setelah ketemuan mereka melakukan konferensi pers sambil mengatakan “Platform kami sama, visi kami sama”.
Naudzubillah, sebagai rakyat saya merasa prihatin. Sedemikian mudahnya ucapan bohong mereka ucapkan dihadapan rakyat Indonesia. Entahlah, apakah ini adalah perbuatan munafik atau bukan, tapi jelas mereka sedang melakukan move politil untuk kelompok sendiri, untuk kepentingan pribadi.
Apakah rakyat membeikan apresiasi kepada para petinggi yang rakus ini? Saya yakin rakyat akan menentukan yang terbaik. Mereka yang melakukan deal-deal politik adalah pecundang. Lihat saja mereka sangat glamour, mobil mewah, rumah besar, uang banyak sementara rakyat kesusahan membeli sembako, dimana hati nurani mereka? Mati, hati nurani mereka mati. Jadi jangan memilih pilitisi yang hatinya mati, otaknya bebal.

Oleh : Jaiman Paiton
Saya mengikuti perkembangan politik di negeri ini. Perkembangan up date, JK ditetapkan sebagai capres Partai Golkar. Tapi ternyata berita yang berkembang simpang siur. Di sisi lain Akbar Tanjung melakukan temu khusus dengan DPD II se Indonesia.
Di sebuah TV, Ketua DPP Golkar, Priyo Budi mengakui bahwa keceplosan. Golkar salah omong. menurutnya tidak ada skenario mencalonkan JK sebagai capres Golkar sebagaimana berita yang berkembang santer. Lho kok bisa Golkar salah omong. Media massa terlanjur melangsir bahwa JK calon resmi capres.
Wah, ini benar-benar permainan para elit politik tengik. Mereka memutar balikkan fakta. mereka mau mengelabuhi rakyat dengan banyolan basi. Sebagai rakyat, saya merasa malu dengan ulah busuk ini. saya tidak akan memilih mereka. Jelas ini adalah manuver busuk.
Bagi kita yang non partisan, sangat muak. muak sekali. Rakyat pasti melawan. Jangan kira rakyat diam saja. rakyat adalah owner. Rakyat akan membuat politisi busuk tersungkur malu.
Oleh : Jaiman Paiton

Golkar mulai bermain keras. Pernyataan Sekjen Partai Golkar, Soemarsono Rabu, 22 April 2009 yang menyatakan bahwa partainya tidak menemukan titik temu dan visi dengan Partai Demokrat adalah trik politik. Kasat mata, Golkar melemparkan sinyal akan berpisah koalisi dengan Demokrat. Golkar merasa tersinggung dengan 5 syarat yang disampaikan dalam konferensi pers beberapa hari lalu. Pertama syarat loyalitas terhadap presiden. Bahwa Wapres adalah pembantu presiden sesuai dengan amanat UUD 45, oleh sebab itu wapres tidak perlu berlagu seperti yang dilakukan Jusuf Kalla selama ini. Intinya SBY mau menegur JK kalau masih ingin mendampingi SBY, you jangan berlagu. Jadilah wapres yang manis dan manut saja. Hal ini wajar sekali karena beberapa waktu lalu Syafii Ma’arif, mantan Ketua Umum Muhamaddiyah melemparkan statement bahwa “JK is the real president”. Tuh, apa gak panas nih kuping SBY dengan pernyataan itu.
Faktor kedua yang menyebabkan Golkar tersinggung adalah Tim Sembilan bentukan Partai Demokrat menginginkan calon wapres yang diajukan oleh Golkar lebih dari satu. Beberapa fungsionaris Golkar langsung angkat bicara dengan galaknya, “ini namanya intervensi. Golkar tidak mau didikte”. Wah makin panas nih.
Apa sih yang menyebabkan Demokrat ngotot bahwa capres yang diajukan Golkar harus lebih dari satu? Jawabannya sederhana, JK tidak marketable. JK tidak punya daya jual di mata rakyat. Kalau kita lihat kembali hasil survey lembaga independent beberapa bulan menjelang Pimilu Legislatif beberapa bulan lalu. Populeritas JK hanya 3 persen, jauh dari Sultan yang hampir menyentuh 10 persen. JK juga kalah dengan Prabowo dan Megawati yang bertengger pada kisaran 15 persen dan 10 persen. Jadi dengan meminta calon lebih dari satu, Demokrat bisa mendapatkan dua keuntungan langsung, yaitu wapres yang patuh pada presiden dan lebih populer. Tapi kayaknya Golkar tersinggung, ya sudah silahkan menempuh jalan lain.
Sebenarnya sangat disayangkan sikap Golkar yang mudah tersinggung. Golkar sebagai partai tertua dan dewasa seharusnya tidak tersinggung. Politisi Golkar yang sudah menginjak rentah mulai tidak menggunakan akal sehat. Sikap emosional ini sebenarnya adalah akumulasi dari hasil Pemilu Legislatif yang tidak sesuai dengan harapan. Sebagai masyarakat awam saya menilai bahwa target 30 persen memang sangat ngakik. Golkar tidak mengaca pada performance-nya yang main suram.
Benarkah Golkar ingin pisah ranjang dengan Demokrat? Menurut hemat saya ini adalah trik. Golkar untuk menggertak Demokrat, “You memeng pemenang Pemilu Legislatif, tapi jangan mentang mentang dong”. Sejatinya Golkar masih tetap ingin mesrah dengan Demokrat, dan motivasinya tetap di pemerintahan. Apapun alasannya masuk di pemerintahan lebih banyak keuntungannya. Lihat saja Demokrat. Setelah 5 tahun memerintah, perolehan suaranya berlipat 3. apa gak ngiler tuh Golkar.
Apakah Golkar bisa jadi oposisi? Sejarah menunjukkan baha Golkar tidak bakat menjadi oposisi. Mulai Orde Baru, Golkar telah memerintah puluhan tahun. Golkar merasa nyaman duduk dalam pemerintahan. Jadi kalau tahun ini Golkar memutuskan pisah dengan Demokrat dan nyalon preseden sendiri maka pilihannya makin jelas. Kalau kemudian calonnya tidak jadi, Golkar bisa memposisikan diri sebagai oposisi. Tapi sayang kader Golkar sebagain besar uzhur dan kurang punya semangat juang, so masih lebih enakan jadi pejabat, betul nggak?
Oleh : Jaiman Paiton

Apakah anda mencintai, keluarga, istri dan anak-anak? Tentu, saya sangat mencintai mereka. Bagi saya keluarga saya adalah ruh yang selalu membuat raga saya memiliki kekuatan ekstra untuk melakukan usaha dan kerja keras setiap waktu. Keluarga memberi inspirasi setiap waktu pada saat-saat yang tepat.
Apa yang anda lakukan kepada mereka? Pertama-tama saya menempatkan mereka sebagai bagian utama dalam hidup saya;
Pertama, saya memberi ruang cukup di dalam hati saya untuk mereka. Di sinilah saya menjaga mereka sehingga jiwa dan raga kami setiap saat bersuwa, setiap waktu memberi dan menerima dengan ketulusan hati. Hati kami tulus menjalankan tugas terbaik, sehingga jiwa-jiwa ini menyatu walaupun menjadi entitas pada pribadi-pribadi yang terpisah.
Kedua, saya menyediakan materi sesuai dengan kemampuan yang saya upayakan. Saya jelaskan bahwa saya memiliki kemampuan dan bertanggung jawab secara materi kepada mereka, tetapi kemampuan saya juga ada batasnya. Keterbatasan ini diterima dengan pengertian penuh. Kami saling berterima kasih dan percaya bahwa kami telah menjalankan tugas yang terbaik.
Apakah ada kendala dan hambatannya? Keluarga kami sama dengan yang lain, ada pasang surut sebagai bagian dari hukum alam. Kami juga pernah mengalami penurunan kualitas kasih sayang. Ada juga kerikil-kerikil yang merintangi perjalanan keluarga. Bukan hanya kerikil, batu-batuan yang lebih besar juga bisa muncul setiap saat. Kami menyadarinya bahwa kerikil dan batu sama-sama berbahaya apabila tidak disingkirkan. Kami segera menyingkirkan kerikil, walaupun kecil kerikil juga berpotensi menjadi batu besar yang dapat menhadang perjalan keluarga kami. Amarah, egois harus diredam hingga mencapai titik minimum. Itulah yang kami lakukan dan hat-hati kami damai dan berkasih sayang.
Oleh : Jaiman Paiton

Hari ini aku mengawali aktivitas mulai dari jam 4 pagi. Bangun tidur mempersiapkan shalat subuh. Pertama-tama tentu saja aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari hadast besar dan kecil dan menutupnya dengan bersuci.
Segarnya air pagi selalu terasa cesss… dan menyegarkan kulit dan sekujur badanku. Ah, segarnya bangun pagi. Segarnya menyambut pagi ini dengan awal yang baik. Mudah-mudahan hari-hariku diliputi kebaikan dan membawa keindahan untuk keluarga dan orang lain.
Beberapa waktu kemudian terdengar suara azhan dari masjid dekat rumah. Aku bergegas meninggalkan rumah mendatangi masjid dengan mengenakan pakaian bagus dan sedikit wewangian untuk menyegarkan hati dan rasa.
Berjalan di tengah-tengah temaram lampu dan segarnya hawa pagi menggetarkan hatiku, betapa indahnya hidup ini. Betapa Tuhan telah menyediakan dunia sedemikian baik dan indah. Tidak mungkin semua keindahan ini diciptakan Tuhan dengan mubazir dan hanya untuk kenikmatan sekelompok orang saja. Tidak mungkin Tuhan membenci manusia sedangkan dunia dihamparkan penuk kenikmatan.
Aku coba untuk menggerakkan tangan, kepala, kaki dan sendi-sendi sekujur tubuh. Wow, setiap gerakan sendi-sendi kami membawa sinyal sehat pada tubuhku. “Ya Tuhan, pagi ini aku memohon kemurahanMu semoga nikmat kesehatan, ilmu bermanfaat, rizki barokah senantiasa melimpah kepadaku dan keluargaku tercinta. Semoga nikmat yang sama untuk semua umat manusia yang senantiasa menyeru kebaikan dan menebarkan kasih sayang”.
Jam setengah tujuh waktunya beraktivitas di tempat kerja. Telah kami cukupkan doa dan permohonan kami kepada Tuhan robbul a’lamin di awal hari ini. Sekarang kami melanjutkan dengan ikhtiar kami sebagaimana sunnatullah. Sunatullah bahwa bekerja adalah cara yang baik dan benar dihadapan Tuhan semesta alam.
Oleh : Jaiman Paiton

Kalau anda raji mengamati perkembangan Pemilu Legislatif di media masa pasti mengetahui bagaimana perkembangan politik yang sedang berkembang di tanah air.
Pemilu telah berakhir dan pemenangnya mulai terlihat nyata. Adalah Partai Demokrat yang baru berusia tidak lebih dari 6 tahun telah menunjukkan kemolekannya di mata rakyat. Rakyat telah memilih. Lebih dari 20% rakyat memberian amanahnya kepada Partai Demokrat, oleh sebab itu kita patut mengapresiasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan mutlak negeri demokrasi ini.
Sementara itu ada petinggi partai yang kecewa karena tidak mendapatkan suara sebagaimana yang pernah diyakini, tentu sudah biasa. Yang menjadi tidak wajar adalah manakala mereka melakukan move politik yang menyebabkan rakyat gerah. Coba lihat apa yang dilakukan oleh Wiranto dan Prabowo. Kedua lawan seteru ini bertemu kemudian membuat statemen bahwa Pemilu tidak adil dan kemenagan Demokrat adalah rekayasa. Ada upaya terstruktur untuk memenangkan Partai Demokrat.
Saya bukan kader Demokrat. Saya juga bukan penganut partai fanatik. Yang membuat saya kecewa terhadap mereka berdua adalah pernyataanya bahwa rakyat telah salah, rakyat dianggap bodoh sehingga menjatuhkan pilihan pada Demokrat. Mereka tidak berhak mengklai seperti ini.
Wahai rakyat hukumlah para politisi naif seperti mereka yang tidak bisa berterima kasih. Kalau mereka mendapatkan suara 5%, maka ini adalah hadiah terbaik dari rakyat. Masih mending rakyat bersedia memilih mereka, padahal mereka telah kurang ajar terhadap mamjikannnya. Sekali lagi hukumlah para politisi tolol dan jangan beri kesempatan mereka untuk menduduki jabatan apapun meskipun hanya sejengkal.
Rakyat membuat keputusan yang benar. Mari kita sampaikan selamat kepada rakyat. Mari kita hormati dan hargai pendapart rakyat. Hanya pemimpin bersopan santun yang pantas memimpin negeri kita tercinta.
Oleh : Jaiman Paiton

Apa komen anda dengan para politisi di negeri ini? Muak. Itulah kata-kata yang cukup pantas untuk mereka.
Seorang fungsionaris partai x mengatakan, “ini adalah Pemilu terburuk yang pernah terjadi di negeri ini”. Kemudian yang lain mengatakan “Pemilu ini tidak legitimate karena sangat banyak rakyat yang tidak bisa menyelurkan haknya”. Ada lagi, “Kalau saya DPT nya bagus kami pasti menang, kami sudah turun ke daerah dan sambutan mereka paka partai kami bagus”.
Mana yang anda percaya? Semuanya bulshit, bohong besar. Mereka pembohon besar yang frustasi karena partainya kalah. Uangkapan yang naif bin pandir bagi orang orang berjiwa kerdil. Orang-orang seperti ini pantasnya hanya jadi pecundang. Untunglah rakyat tahu kedok mereka dan tidak memilihnya, sehingga mereka harus masuk tong sampah.
Ini adalah seleksi alam yang fair. Pemilu kali ini telah menjadi format seleksi alam paling pas untuk mengetahui mana emas mana loyang. Rakyat teleh memilih, inilah suara Tuhan. Suara rakyat harus dihormati. Bagi politisi yang tidak menghargai suara rakyat tempatnya di RSJ.
Bagi anda Caleg yang gagal, silahkan bertaubat. Mudah mudahan Tuhan masih membuka pintu kemudahan bagi hidup Bangsa Indonesia. Masih ada harapan tanpa caleg busuk. Dan yang paling pas untuk barang busuk adalah tong sampah.
Oleh : Jaiman Paiton

Mari kita cermati peta politik pasca pemilu legislatif beberapa hari lalu?
Apakah SBY akan tetap menggandeng JK dalam Pemilu presiden? Perolehan Demokrat yang mengusung SBY sebagai presiden adalah 21% dan ini sudha cukup untuk Demokrat memajukan calonnya secara mandiri. Tetapi masalah nya tidak sesederhana itu. Kalau SBY terpilih lagi sebagai presiden, maka dia mengharapkan bahwa pemerintahan berikutnya harus lebih solit. Dia tidak bisa digertak oleh partai lain untuk melakukan ini dan itu karena kalah suara di perlemen. SBY pasti trauma dengan model koalisi masa lalu yang didasarkan pada kepentingan sesaat. SBY sering ketakutan mengambik keputusan karena harus mendapatkan dukungan dari Golkar.
Di satu sisi ada PKS yang sudah melontarkan ancamannya akan keluar dari koalisi yang telah dibangun saat ini apabila SBY masih menggandeng JK. Apa tujuan PKS? Ada kemungkinan PKS mengincar posisi Wapres dengan SBY. Mengapa PKS yakin bahwa koalisi dengan SBY akan efektif? Misalnya SBY gandeng PKS, maka suara di perlemen adalah 30%. Dengan tingkat keterpilihan SBY sekitar 42% enurut survey beberapa lembaga survey, maka SBY hanya butuh tambahan suara 9%. Suara 9% akan dapat diperoleh dari massa PKS yang sangat loyal sekitar 8,5%.
Bagaimana dengan Golkar? Orang Golkar pasti tahu bahwa JK tidak marketable. Hasil survey lembaga independen menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Jk hanya kurang dari 5%, bahkan lebih rendah dari hamangkubuwono X yang mencapai 5%. Bagaimana peta selanjutnya akan terbentuk? Masih sangat samar.
Bagaimana dengan posisi Megawati? Megawati buka kandidat yang marketable. Dengan tingkat keterpilihan sekitar 15%, sangat sulit bagi Mega untuk maju sebagai Presiden, apalagi kalau head to head dengan SBY. Bisa diyakini 90%, dia akan tumbang.