Oleh : Jaiman
Dalam cuplikan true story sebuah buku best seller yang ditulis Miyuki Inoue berjudul “Aku Dilahirkan 500 Gram dan Buta” dikisahkan:
Dalam suatu perjalanan Miyuki dan ibunya berhenti di sebuah halte bus Asakura tiba tiba didapati seekor anak burung terjatuh di dekat kaki Miyuki, dia mengatakan kepada ibunya “Sepertinya aku mendengar sesuatu terjatuh Bu” Lalu ibu mengambilnya dari atas tanah dan diletakkan di telapak tangan Miyuki. “Seekor anak burung, sarangnya sangat tinggi, dia masih hidup, tolong kamu bawa ke sekolah, kamu perlihatkan kepada pak guru dan tanya pendapatnya”
Miyuki kemudian pergi ke sekolah, dan dicarinya Pak Kono, seorang guru yang sebelumnya sudah dikenal baik, tetapi tak didapatinya. Kemudian dia mencari guru lain. “Tolong ada anak burung yang jatuh dari sarangnya, dia hampir mati, burung ini harus kuapakan?”. Seorang guru menghampiri Miyuki dan melihat burung yang ada di atas telapak tangan kanannnya. “Oh, kayaknya dia sudah mati tuh, buang saja”.
Tiba-tiba “prittt” anak burung itu bergerak-gerak. Dia gundah kemudian mencari guru lain, tetapi sama saja mereka hanya berkata “ngeri” lalu berlalu begitu saja. Miyuki tidak putus asah, dia pergi ke ruang kelas, diambilnya air dari vas bunga kemudian dituangkan pelan-pelan di paruh si burung. Dia tidak tahu apakah burung dapat meminumnya atau tidak. beberapa saat burung menggerakkan sayapnya. Dia makin bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan. Beberapa saat kemudian burung tersebut kaku di atas telapak tangan Miyuki. Dia mengambil beberapa lembar kertas braile lalu dibungkus dan “prokkk”, dilemparkannya burung mati ke dalam tong sampah.
Sampai di rumah dia menumpahkan kekesalannya kepada sang ibu. Tetapi apa yang didapatinya. Ibu justru marah sekali lalu berkata “Nyawa sekecil apapun, bahkan burung juga mahkluk hidup… seorang guru seharusnya mengajarkan kepada murid-muridnya betapa pentingnya arti sebuah nyawa. Kalau ada anak burung yang meninggal mereka kan bisa menguburnya. Kalau kamu meninggal akan kubungkus dengan kertas braile dan kubuang di tong sampah, apakah begitu?”.
Ibu Miyuki sangat menghargai sebuah nyawa, karena nyawa adalah pemberian Tuhan yang sangat berharga. Bagaimana dengan kita?
Kesadaran kita tentang nyawa masih sangat rendah, benarkah? Sudah tidak terhitung lagi berita seorang ibu membuang bayinya sang baru dilahirkan di tepi jalan, di tong sampah, di halte bus. Ada juga yang melakukan perbuatan konyol dengan bunuh diri karena tidak tahan dengan beban ekonomi. Untuk sebuah nilai rupiah yang tidak terlalu besar, seseorang rela melakukan pembunuan terhadap sesama manusia.
Yang sangat menarik dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua adalah perilaku berlalu lintas di negeri ini yang tidak menghargai nyawa. Masih sangat banyak pengendara sepeda motor yang mengendarai dengan cara buruk, misalnya kecepatan tinggi pada saat jalan ramai, menyalip dari arah salah, menikung secara tiba-tiba, melawan arua dan tidak mentaati rambu lalu lintas, tidak menggunakan helm standard ber lalu lintas dan seterusnya.
Dengan contoh-contoh seperti ini, kita seharusnya makin wise bahwa perilaku buruk dijalan adalah cermin kerendahan moral dan penghargaan yang rapuh terhadap Tuhan yang memberikan nyawa. Lebih mendalam lagi adalah tingkat ketaqwaan kita terhadap Tuhan yang masih rendah pula, walaupun kita shalat lima waktu dan rajin ke masjid, walaupun kita rajin kebaktian dan pergi ke gereja, walaupun kita rajin semedi puja bakti dan pergi ke pura dan seterusnya.
Semoga ulasan ini memberikan pencerahan diri saya pribadi dan kita semua. Untuk masa depan negeri tercinta dan masa depan generasi penerus bangsa.
Surabaya, 27 Juli 2008.
By : Jaiman
Akibat dari defisit energi listrik yang terjadi di negari kita, saat ini PLN melakukan pemadaman bergilir di hampir semua wilayah Indonesia. SKB tiga menteri diterbitkan untuk mengantisipasi krisis enegri listrik dalam negeri. Secara umum saat ini kita mengalami defisit energi listrik sebesar 20%-30%, sehingga untuk mengatasi masalah sementara dilakukan dengan cara ini.
Tips Menghemat listrik di rumah:
Inna lillahi wa innailaihi rajjiun, Minggu 27 Januari 2008 HM. Soeharto meninggal dunia jam 13:10 WIB di RS Pusat Pertamina, Jakarta. Jendral bintang lima yang lahir tanggal 8 Juni 1921 dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RSPP selama 23 hari, sejak tanggal 4 Januari 2008. Dr Marjo Subandino selaku ketua tim dokter kepresidenan yang merawat beliau selama lebih dari 3 minggu, sekitar jam 13:30 melakukan jumpa pers di RSPP. Menurut tim dokter, Pak Harto meninggal dunia karena penyakit komplikasi yang menyebabkan kegagalan fungsi beberapa organ tubuh seperti, jantung, paru-paru, ginjal, dan saluran pencernaan. Selama 23 hari masa perawatan kesehatan mantan presiden selama 32 tahun dari 1966 sd 1998 menlami pasang surut. Bahkan beberapa kali beliau megalami koma dan tim dokter melakukan treatmen khusus. Sering pula Pak harto harus ditidurkan secara medis untuk menjaga kondisinya supaya relatif stabil. Tekanan darah yang sangat rentan 110/40 mmHg merupakan kondiri abnormal, sehingga sangat wajar apabila beberapa hari sebelumnya ada isu Pak Harto telah meninggal dunia.
Mulai jam 13:30 sampai saat inipun berita TV masih terpusat pada berita ini. Menurut pemberitaan yang direalease beberapa stasiun TV mengatakan jenazah Pak Harto akan dikebumikan di Astana Giribangun, Makadeg, yaitu sebuah kompleks pemakaman yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sekitar tahun 1974. Astana Giribangun adalah salah satu kompleks pemakaman yang terletak di sebuah bukit dengan posisi cukup tinggi. Inilah tempat peristirahat Pak Hato dan Bu ien yang teleh meninggal tahun 1996. selamat jalan Pak Harto, semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima amalan baik dan mengampuni dosa-dosamu.
Kematian adalah proses alami, dan semua orang juga akan mengalaminya. Artinya mati adalah salah satu tahapan yang tidak bisa dihilangkan karena manusia tidak suka dengan hal ini. Mulai dari alam kandungan, dilahirkan, menjalani proses masa kanak-kanak, akil balik, dewasa, menjalani kehidupan dan berdharma, lambat laun kualitas hidup menurun karena proses fisik menjadi lebih rapuh, tua,, sakit dan meninggal dunia. Separuh masa ini sangat menyenangkan yaitu dari lahir, tumbuh dewasa sampai dengan masa dharma terbaik lalu mengalami masa menurun yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu tua, dan mati.
Dua kutup yang berbeda, kelahiran dan kematian menjadi dua kutup yang bertolah belakang, tetapi sejatinya keduanya disambut air mata. Sangat berat ditinggal orang yang sangat dicintai, air mata selalu menjadi tontonan fardhu setiap kali orang-orang tercinta meninggalkan kita. Ini adalah puncak kesedihan, air mata adalah puncak kesedihan. Tidak ada bedanya dengan kelahiran. Peristiwa paling menyenangkan yang ada dalam salah satu siklus kehidupan manusia. Betapa kita berbunga-bunga menyambut kehadiran sang jabang bayi yang munggil. Tangisannya adalah nyanyian paling merdu yang pernah ada dan diciptakan oleh manusia. Betapa tidak, tangisan bayi menjadi daya pesona lura biasa, sehingga rasa sakit selama proses persalinanpun sirna bagaikan tidak pernah ada sebelumnya, yang ada hanya kebahagiaan yang teramat besar. Tetesan air mata menjadi tanda paling hakiki atas bunga-bunga bahagia. Antara kematian dan kelahiran adalah dua kutup yang saling bertolak belakang, tetapi ujud aslinya sama yaitu air mata.
Sangat wajar apabila kematian Pak Harto ditagisi oleh keluarga, karena bagi keluarganya sosoknya amat istimewa sama juga artinya kita bagi keluarga. Sesungguhnya ini peristiwa biasa dan tidak perlu menimbulkan ratapan, apalagi disesali dengan tagisan dan penyiksaan diri karena penyesalan. Bangsa Indonesia pernah dipimpin oleh Pak Harto selama 32 tahun adalah kehendak alam, dan saat ini masa depan bangsa Indonesia masih panjang, mencontoh hal-hal yang baik dan meninggalkan keburukan hukumnya wajib bagi kita. Itulah cara terbaik mengenang Pak harto.
Paiton, 27 Januari 2008.
Jaiman
Hartamu adalah apa yang kamu sedekahkan
Apa yang kita shodaqohkan? Masing masing kita bisa bersodaqoh dengan apapun bentuknya. Shadaqoh juga tidak harus berupa uang dan harta benda. Batasan ini yang mula-mula saya tekankan di sini supaya, pemahaman kita tentang shadaqah tidak sempit dan membelenggu.
Kalau anda seorang petani padi setiap hari pergi ke sawah untuk merawat tanaman berarti dia telah bersodaqah seiring dengan tarikan nafas yang payah. Tangan dan kaki, hati dan pikiran bersodaqah. Panas dan teriknya matahari sebagai peranda sambutan alam bahwa jerih payah dan do’a adalah kalam Illahi yang diucapkan melalui mutualisme simbiosis antara makhluk yang berkasih sayang. Jangan dianggat panas terik sebagai kebencian diantara makhluk, melainkan kasih sayang yang dipancarkan rata ke semua yang membutuhkan.
Alkisah yang patus dicatat. Suatu hari sang Guru dan Santri mendatangi walimah di sebuah undangan. Sesuai dengan kesepakatan waktu dan tempat dia satang bersama seorang santrinya. Setelah mempersilahkan duduk di tempat yang disediakan, sang Guru dan Santri mendapatkan masing masing satu gelas minum air putih. Bersegerah sang Guru meminumnya setelah dipersilahkan oleh Sohibul bait hingga tersisa seperempat isi gelas, sementara itu Santri tidak minum karena merasa belum haus. Melihat isi gelas sang Guru tinggal seperempat, sohibul bait segera menuangkan kembali air ke dalam gelas hingga penuh. Beberapa kali sang Guru minum kembali hingga tersisa seperempat lalu diisi ulang oleh sohibul bait.
Sampai di rumah sang Guru bertanya kepada Santri, mengapa engkau tidak minum seperti yang aku lakukan. Sang Murit menjawab,”Aku tidak haus, jadi aku hanya minum karena haus”. Lalu sang Guru menjelaskan, apakah engkau melihat gelasku selelu penuh walaupun telah aku habiskan berulangkali? “ Benar Guru, karena shohibul bait selalu mengisi ulang setelah Guru meminumnya” Ini yang akan aku jelaskan kepada kamu. Itulah yang dimaksud dengan shodaqah. Pada saat engkau memiliki harta sedikit, lalu engkau shodaqohkan, maka Allah akan menggantinya sebanyak itu pula, bahkan Allah akan melebihkan. Kemudian engkau shodaqohkan kembali, minimun sebanyak itu pula akan diisi kembali oleh Allah, karena Dia Maka Kaya. Jadi yang perlu kita yakini, bahwa Allah Pasti membalas seberapapun amal dan shodaqah, bahkan lebih banyak lagi. Yang kedua, adalah milik kita sejatinya adalah apa yang kita shodaqahkan, dan bukan yang kita simpan dalam bentuk deposito, tabungan, rumah, tanah, mobil, gedung, saham, dan harta kekayaan lain yang telah kita atas namakan.
Mengapa demikian? Yang disebut milik adalah hak, yang mana hak itu tidak akan berganti kepemilikan selalamanya, jadi ukurannya bukan sesaat yaitu pada saat mati menjadi hak waris. Semua harta yang kita sebutkan di atas tadi akan menjadi hak waris pada saat kita meninggal, kecuali apa yang telah kita shodaqahkan. Siapa yang akan meminta hak waris atas shodaqah anda? Pasti hanya milik anda sendiri.
Coba lihat berita berikut ini (detik.com 16 Juli 2008);
Betapa rusaknya moral anggota DPR kita. Saya sebagai orang biasa merasa malu, bahkan teramat malu melihat perilaku anggota DPR yang selalu minta disebut sebagai anggota yang terhormat. Bayangkan, mereka masih ingin disebut terhormat, padahal mereka korupsi, mencuri, nge-seks (baca zina), curang dan suka bermain-main dengan fitnah sesama teman.
Bagaimana mungkin negara bisa baldatun toyibatun sebagamana yang pernah diucapkan dari mulut para anggota dewan amoral seperti ini?
Entah, kata-kata apa lagi yang bisa kita nasehatkan kepada para anggota dewan ter-hina, sangat hina ini.
Tuhan Maha Pengampun, tetapi kalau dosa bangsa ini demikian luas dan besar apakah masih Tuhan membukakan pintu taubatan nasuha? Mungkin Tuhan masih membukakan kecerahan selama hati-hati mereka lunak, tetapi hati mereka terlalu keras lebih keras dari batu hitam.
Saya takut mengatakan hal ini, tetapi saya juga khawatir, apakah Senayan sudah menjadi kerajaan setan, tempat di mana nenek moyangnya membuat komunitas dan dinasty? Sudah berapa lama Senayan menjadi tempat bersemaian para setan dan demit, dan sampai kapan?
Yenny Wahid: Korupsi Yusuf Faishal Dinikmati PKB Kubu Muhaimin
Jakarta – Yusuf Emir Faishal mengklaim ada sebagian dana alih fungsi hutan Tanjung Api-api yang disetor ke PKB. Sekjen DPP PKB Gus Dur, Yenny Wahid pun membantahnya.
Yenny bahkan menuding, dana yang diduga gratifikasi itu dinikmati oleh PKB kubu Muhaimin Iskandar. “Sebagaimana surat yang kami terima dari Yusuf Faishal (YF), dari list daftar penerima dana YF, menyetor ke Muhaimin hampir Rp 1 miliar,” katanya.
Hal itu dikatakan Yenny dalam rilis yang dikirimkan kepada detikcom, Rabu (16/7/2008).
Tak hanya itu, menurut Yenny, dana sebesar Rp 1 miliar lebih juga disetor ke Muamir Syam. “Dia itu orang dekat Muhaimin,” tandas putri kedua mantan Presiden Gus Dur itu.
Selain itu, kata Yenny, Ketua Fraksi Ida Fauzia dan Helmy Faisal juga mendapat sumbangan dari Yusuf Faishal. Mereka, lanjut Yenny, adalah anak buah Muhaimin.(ken/ken)
Pakaian adalah unsur tata krama dan kesusilaan. Pakaian menjadi simbul keindahan. Pakaian menutupi aib dan malu.
Pakaian menjadi simbul bagaimana manusia bertatakrama dan menjunjung tinggi kesusilaan. Bagaimanapun cantiknya seorang wanita yang menampakkan kemolekan tubuhnya, tetap bernilai asusila sebagaimana prasyarat seorang manusia yang bermoral. Anda tidak akan membeli pisang tanpa kulitnya. Demikian pula dengan wanita terbaik yang anda harapkan. Secantik apapun parasnya, seindah apapun lekuk tubuhnya, kalau tidak dibungkus dengan pakaian yang baik, penilaian anda, dia bukan wanita yang menjaga kesopanan. Dia wanita asusila.
Pakaian anda juga menjadi simbul. Persepsi orang lain terhadap profile anda paling mudah diilai dari pakaian. Kalau pakaian kita baik, sopan dan indah, maka persepsi orang lain sama dengan yang dilihat. Sebaliknya apabila pakaian anda buruk dan tidak sopan, demikan pula dengan persepsi orang lain terhadap anda. Orang lain tidak suka melihat sesuai yang berlebihan. Orang lain juga tidak senang dengan kesombongan dari pakaian anda. Tuhan membenci perilaku berlebihan, karena menimbulkan murkaNya. Di dunia ini tidak ada yang pantas berperilaku sombong, kecuali Tuhan Yang Maha Perkasa.
Pakaian menutupi aib dan malu. Setiap manusia mempunyai masa lalu, setiap orang mempunyai cerita tidak menyenangkan dan aib. Jangan ceritakan kepada siapapun supaya aib ini hilang seperti awan yang tersapu angin atas kehendak Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tubuh anda juga ada aibnya, tutuplah aib tersebut dengan cara yang baik. Gunakan pakaian secara normal dan sopan dan mengikuti sunatullah, niscaya manusia memberikan penghormatan atas upayamu. Tuhan juga menjaga dirimu dari aib dan malu. Biarlah hanya Tuhan yang memberikan balasan.
Paiton, 15 Juli 2008.
Sisi lain dari kebahagiaan hidup di dunia adalah keluarga yang hermonis. Keluarga menjadi kebutuhan kalbu manusia berbagi kebahagiaan dan kasih sayang.
Keluarga adalah kebutuhan hati yang dinyatakan dalam ikatan suci untuk meraih indahnya negeri firdaus. Di dalah keluarga ada anak-anak yang dinaungi dengan kasih sayang seperti induk dengan anak-anaknya. Setiap saat bahaya mengancam anak-anaknya, sang induk memberikan perlindungan setulus hati. Seekor induk memiliki ketajaman naluri lindung yang sangat peka, sehingga kesiagaan terjaga dalam lelap dan sadar.
Keluarga adalah ruh terdekat yang bisa engkau jangkau dari fisikmu. Di hadapan Illahi, keluargamu mendo’akan jiwamu hingga tangan-tangan Tuhan menuruti permohonan mereka. Jadi pantaslah keluarga bahagia menjadi baitul firdaus di muka bumi.
Rumah-rumah itu diisi dengan senyum dan canda anak-anakmu. Di dalamnya ada kasih sayang sejati
Surabaya, 15 Juli 2008,